KENDAL,RADARPOSNUSANTARA.COM – Pasar Kliwon Pahing Weleri yang biasa disebut pasar wedus merupakan pasar yang telah berdiri lama namun didalamnya tersedia warung kopi dan wanita yang menjajakan diri atau plus iclik,
Dari hasil informasi yang didapat oleh tim, semuanya telah terkordinir dari keamanan setempat, dari mulai mingguan hingga bulanan para PSK harus di tangguhkan untuk memberikan upeti berupa uang, salah satunya PSK yang tidak mau disebut jatidirinya, sebut saja Bunga Kamboja .mengaku dirinya setiap Minggu di mintai uang Rp.10.000 dan bulanan Rp.130.000 per PSK oleh pengelola inisial N merupakan oknum Purnawirawan ,” jelasnya.
Dalam pantauan tim di lapangan yang dihimpun ada sekisar 50 PSK yang berada di pasar wedus atau yang di kenal pasar Kliwon ada PSK yang siap melayani laki – laki hidung belang.
Untuk sekali kencan berfariasi tergantung awal rembukan atau nego, bahkan ada yang Rp.100.000,Rp.150.000 hingga Rp.200.000 sekali ngamar tergantung rejekinya masing – masing,”lanjudnya.
Ironisnya para penikmat wanita tak jarang bapak-bapak juga kakek – kakek, karena disitulah pasar siapa saja bisa jalan jalan dan melampiasan nafsu birahinya.
Penyakit masyarakat (Pekat) yang telah menjamur seolah olah APH dan Dinas Pemda Satpol PP setempat seolah tutup mata dengan adanya Prostitusi dan miras yang di gelar.
Untuk itu Pemkab Kendal Satpol PP selaku penegak Perda dan Polres Kendal harus turun tangan memberikan edukasi atau penertiban kepada PSK agar Kendal supaya bersih dari penyakit masyarakat dan tidak makin menjamur “
Tim.Red