Paguyuban Spiritual Cakra Bumi, Ikut Partisipasi Dalam Mencetak Rekor Muri di Jepara

JEPARA-RADARPOSNUSANTARA.COM | Kabupaten Jepara kembali mencetak sejarah di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Kirab Bergodo Tombak sebayak 1000 tombak, Arak-arakan yang dimulai dari makam ratu Kalinyamat hingga pendopo Kabupaten Jepara, yang berjarak kurang lebih 4km. Sabtu, (30/8/2025)

Kirab diikuti 1482 peserta, dari beberapa paguyuban pelestari seni dan budaya yang berada di Kabupaten Jepara, salah satunya yakni dari Paguyuban Cakra Bumi Jepara yang selama ini dikenal sebagai wadah para penggiat budaya spiritual yang berada di Kabupaten Jepara.

 Ketua umum Paguyuban Cakra Bumi jepara, Amin Soleh saat ditemui awak media di sekitaran pendopo Kabupaten Jepara mengatakan, Bahwa kegiatan kirab budaya hari ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antar sesama penggiat pelestari Budaya seNusantara.

“Kegiatan kirab seribu tombak ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi kesesama penggiat pelestari Budaya sekabupaten Jepara dengan pelestari budaya seNusantara,” terang ketua Cakra Bumi Jepara.

 Lanjut Amin menyampaikan, anggota paguyuban Cakra Bumi Jepara yang turut hadir dalam kirab pusaka hari ini ada 40 peserta, dengan menggunakan atribut lengkap beserta pusaka-pusakanya seperti Keris, tombak, dll.

 Ditempat yang sama Haji Ahkmad Mutahar selaku Pembina paguyuban Cakra Bumi Jepara menambahkan, Semoga pelestari budaya khususnya para pelestari budaya Jawa senantiasa selalu bergerak aktif untuk kelestarian budayanya.

 “Saya berharap pelestari budaya khususnya para pelestari budaya, senantiasa selalu bergerak aktif untuk melestarikan budayanya, agar tidak punah tergerus oleh zaman,” ujar pembina Cakra Bumi Jepara.

 “Pemerintah daerah harus berperan aktif untuk merangkul dan mengkodinir para pelestari budaya dari tinggkat daerah maupun tinggat desa, dikarenakan dalam kegiatan kirab kali ini masih banyak teman-teman budayawan yang belum turut hadir, karena terbatasnya informasi.” imbuhnya.

 Sementara itu, Sony Roliyanto Sekjen Cakra Bumi menegaskan, bahwa kirab 1000 pusaka kali ini bukan hanya arak-arak’an biasa, selain mencetak sejarah di Museum Rekor Indonesia (MURI), namun juga tersirat makna yang mendalam, dalam napak tilas sejarah masa kejayaan Ratu Kalinyamat.

 “bahwa kirab kali ini bukan hanya sekedar arak-arak’an biasa, selain mencetak rekor MURI, juga tersirat makna yang mendalam, dalam napak tilas sejarah masa kejayaan Ratu Kalinyamat.” ungkap Sony.

 “Semoga acara ini dapat terselenggara secara rutin tiap tahunnya, agar para pelestari Sejarah dan Budaya seNusantara dapat turut hadir dievent selanjutnya.” punkasnya.

 

(Donie Jpr)