PDAM Tirta Madina: Air Keruh Akibat Perambahan Hutan dan Hujan Tinggi

MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM— Kualitas air PDAM Tirta Madina yang keruh dalam beberapa minggu terakhir disebabkan rusaknya kawasan hulu akibat perambahan hutan di hulu sungai Gunung Tua serta tingginya curah hujan. Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan Instalasi Pengolahan Air (IPA), sehingga air baku mengalir langsung ke jaringan distribusi.

Direktur PDAM Tirta Madina, Ahmad Iswadi, M.Si, melalui Kasubbag Hubungan Pelanggan, M. Yazid Nasution, menjelaskan bahwa pembukaan lahan dan penebangan liar di hulu membuat material tanah dan lumpur terbawa deras setiap kali hujan turun.

“Ketika hulu rusak, sedimen terbawa langsung ke aliran sungai. Tanpa IPA, kami tidak dapat menjernihkan air sebelum disalurkan ke pelanggan,” ujar Yazid.

Meski dengan keterbatasan fasilitas, PDAM Tirta Madina telah melakukan sejumlah langkah mitigasi. Pembersihan aliran sungai dilakukan secara berkala dengan memanfaatkan mesin portable pompa air, yang digunakan untuk membantu mengurangi endapan lumpur di sekitar area pengambilan air. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan intake setiap hari guna memastikan pasokan tetap berjalan dan perubahan kondisi sumber air dapat segera ditangani.

Yazid menegaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak kekeruhan terhadap pelanggan, meski faktor utama berasal dari kerusakan lingkungan di kawasan hulu.

“Selama perambahan hutan terus berlangsung dan curah hujan tinggi, kekeruhan sulit dihindari. Namun kami tetap berupaya menjaga pasokan dan melakukan tindakan teknis yang memungkinkan,” katanya.

PDAM Tirta Madina mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi ini dan berharap adanya langkah penanganan lingkungan secara menyeluruh agar kualitas air kembali membaik.

 

( HHN )