MADINA-RADARPOSNUSANTARA.COM-Panyabungan, 20 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, terpantau mengalami kenaikan. Berdasarkan data pemantauan harga dan stok barang per Jumat (20/3/2026), lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai, daging ayam, dan beberapa jenis ikan.
Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Meski demikian, secara umum kondisi pasar masih terbilang stabil.
Pada komoditas beras, harga relatif stabil. Beras premium dijual sekitar Rp17.300 per kilogram, medium Rp14.000 per kilogram, dan beras lokal pasir mencapai Rp19.000 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng kemasan Minyakita berada di kisaran Rp15.500 per liter, sedangkan minyak premium menyentuh Rp23.000 per liter. Tepung terigu juga masih stabil, dengan harga protein tinggi Rp16.000 per kilogram dan protein sedang Rp13.000 per kilogram.
Lonjakan mulai terlihat pada komoditas daging. Daging sapi murni mencapai Rp170.000 per kilogram. Daging ayam broiler mengalami kenaikan menjadi Rp39.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 akibat meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai. Cabai merah keriting naik menjadi Rp63.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau menyentuh Rp38.000 per kilogram. Keduanya mengalami kenaikan antara Rp5.000 hingga Rp8.000 per kilogram.
Harga bawang merah impor tercatat Rp35.000 per kilogram, sementara bawang putih Rp33.000 per kilogram. Kenaikan juga dipicu tingginya kebutuhan rumah tangga.
Komoditas ikan turut mengalami kenaikan. Ikan asin naik menjadi Rp62.000 per kilogram, ikan kembung Rp70.000 per kilogram, dan ikan tongkol mencapai Rp50.000 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras berada di angka Rp31.200 per kilogram dan ayam kampung Rp49.000 per kilogram. Untuk kebutuhan lainnya seperti gula pasir, tempe, dan tahu masih relatif stabil.
Petugas pemantau harga, Shinta Fitriani, menyampaikan bahwa kenaikan ini merupakan tren tahunan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Permintaan masyarakat meningkat signifikan, sehingga berdampak pada harga beberapa komoditas. Namun secara umum kondisi pasar masih stabil dan stok masih tersedia,” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pengawasan distribusi dan ketersediaan barang agar lonjakan harga tidak semakin tinggi menjelang hari besar keagamaan. ( Hhn )