UKM Didorong Ambil Peran, BGN Kendal Pastikan Peluang Suplai Bahan Baku SPPG Terbuka Lebar

KENDAL || Radarposnusantara.com || Peluang bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Kendal semakin terbuka lebar untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan bahan baku SPPG. Kepala Wilayah BGN Kendal, Faris, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan tersebut tidak harus bergantung pada korporasi besar, melainkan dapat dipenuhi oleh UKM secara kumulatif, Hal ini disampaikan Faris saat memberikan keterangan kepada awak media Radar Pos Nusantara, Kamis (9/4/2026),

Awak media juga konfirmasi adanya keluhan keterlambatan pembayaran kepada supplier SPPG di wilayah Protomulyo, Kaliwungu yang sempat viral di media sosial.

Menurut Faris, pihak BGN telah menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi di tingkat koperasi, bukan pada alur pembayaran utama.

“Kami juga sempat kaget, kok bisa terjadi keterlambatan hingga beberapa bulan. Itu sudah kami tegur keras. Secara sistem, pembayaran dari BGN ke SPPG berjalan lancar, bahkan sekarang sudah bisa dibilang harian. Normalnya, proses administrasi hanya memakan waktu dua sampai tiga hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, koperasi dalam skema ini sejatinya hanya berperan sebagai koordinator dan penjamin ketersediaan bahan baku, bukan satu-satunya jalur distribusi pembayaran. Oleh karena itu, UKM memiliki peluang besar untuk terlibat langsung.

“Tidak harus supplier besar. UKM bisa ikut ambil bagian dengan cara bersatu secara kumulatif untuk memenuhi kuota kebutuhan SPPG. Ini justru sejalan dengan tujuan program pemerintah,” tegas Faris.

Program ini sendiri merupakan bagian dari upaya pemerataan ekonomi yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto, dengan harapan terciptanya perputaran ekonomi yang sehat di tingkat masyarakat. Faris juga memberikan pesan motivasi kepada para pelaku UKM agar tidak ragu mengambil peluang ini.

“Silakan UKM berkomunikasi langsung dengan SPPG. Jika ada kendala atau penolakan padahal produk sudah memenuhi syarat, kami dari BGN siap membantu memfasilitasi,” ujarnya.

Dengan terbukanya akses ini, UKM diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam rantai pasok, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Semangat kolaborasi dan keberanian untuk mengambil peluang menjadi kunci bagi UKM untuk naik kelas dan berkembang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

(Dhe Roji)