MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM– Program Tunjangan Profesi Guru yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik kini menuai sorotan di wilayah Mandailing Natal. Sejumlah kalangan menilai, masih ditemukan oknum guru penerima sertifikasi yang belum menunjukkan peningkatan kinerja secara signifikan.
Di beberapa sekolah, muncul keluhan terkait kedisiplinan dan kualitas pembelajaran. Mulai dari guru yang datang terlambat, minim inovasi dalam mengajar, hingga kurangnya kesiapan materi saat proses belajar berlangsung.
Kinerja Dinilai Tidak Sejalan dengan Tunjangan
Sertifikasi seharusnya menjadi indikator profesionalitas guru. Namun realita di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan antara tunjangan yang diterima dengan kualitas kerja yang ditampilkan.
“Harusnya kalau sudah sertifikasi, kualitas mengajarnya lebih baik. Tapi kenyataannya masih banyak yang biasa saja,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hal ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat:
Apakah sertifikasi benar-benar berdampak pada mutu pendidikan di daerah?
Integritas dan Tanggung Jawab Dipertanyakan
Pengamat pendidikan menilai, persoalan utama bukan semata pada program, tetapi pada komitmen oknum penerima. Ketika tunjangan hanya dianggap sebagai tambahan penghasilan tanpa peningkatan tanggung jawab, maka tujuan program menjadi kabur.
Sertifikasi bukan sekadar hak finansial, melainkan bentuk pengakuan atas profesionalitas yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata.
Siswa Jadi Pihak yang Paling Dirugikan
Dampak dari rendahnya kualitas pengajaran sangat dirasakan oleh siswa. Proses belajar yang tidak optimal berpotensi menurunkan kualitas pemahaman dan daya saing generasi muda.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas pendidikan saat ini, tetapi juga masa depan daerah.
Desakan Evaluasi dan Pengawasan Ketat
Sejumlah pihak mendesak agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal segera mengambil langkah tegas, di antaranya:
Melakukan evaluasi berkala terhadap guru penerima sertifikasi
Meningkatkan pengawasan langsung di sekolah
Memberikan sanksi bagi guru dengan kinerja buruk
Langkah ini dinilai penting agar program sertifikasi tidak hanya menjadi beban anggaran tanpa hasil yang jelas.
Program sertifikasi guru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Namun tanpa integritas dan pengawasan yang kuat, program ini berisiko kehilangan makna.
Publik di Mandailing Natal kini menunggu tindakan nyata:
Apakah sertifikasi akan tetap menjadi simbol profesionalitas, atau hanya formalitas tanpa dampak? ( Mrb )