Dua Tahun Berturut-turut Gagal Ikut Kendal Open Fair, Pengusahan Wahana Lokal Pertanyakan Kesempatan Bagi Putra Daerah

KENDAL – RADARPOSNUSANTARA.COM-Harapan seorang pengusaha wahana permainan anak (Istana Balon) asal Kabupaten Kendal untuk berpartisipasi dalam Kendal Open Fair (KOF) kembali pupus.

Untuk tahun kedua secara berturut-turut, ia mengaku belum memperoleh kesempatan membuka wahana dalam event tahunan yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kendal.Rabu (22/7/2026)

Menurut pengakuannya, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya permohonan yang diajukan tidak mendapat respons. Memasuki pelaksanaan KOF tahun ini, harapan kembali muncul. Namun, hasilnya tetap sama, sehingga wahana permainan anak miliknya kembali tidak dapat beroperasi di lokasi acara.

Pelaku usaha menjelaskan bahwa lokasi yang ia ajukan berada di bagian belakang wahana milik seorang pengusaha asal Batang. Ia mengaku hanya memanfaatkan lahan kosong di belakang stan yang tidak terpakai, sehingga tidak mengganggu aktivitas maupun keberadaan stan UMKM lainnya.

“Yang kami harapkan hanya diberikan ruang di area yang masih kosong. Tidak perlu di depan, yang penting bisa ikut berpartisipasi sebagai pelaku usaha lokal,” ujar muhammad.

Selain persoalan lokasi, biaya sewa lahan juga dinilai cukup tinggi bagi pelaku usaha kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian pengusaha lokal kesulitan mengikuti event, sementara pelaku usaha dari luar daerah dinilai lebih mampu memenuhi biaya yang ditetapkan.

Sebagai putra daerah, ia berharap penyelenggara memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha lokal.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal semestinya menjadi momentum untuk memberdayakan masyarakat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi pengusaha asal Kendal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara terkait alasan belum terakomodasinya permohonan tersebut.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang. 

( Tim )