Gara-gara Rebutan LC (Lady Companion) Seorang Pemuda Ditebas Lehernya

KAB.PEKALONGAN, RADAR POS NUSANTARA.COM – LC adalah sebuah profesi yang sangat melekat dengan dunia hiburan, yang mana dalam bahasa gaul merupakan singkatan dari Lady Companion (LC) atau Pemandu Lagu (PL).

Karaoke telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya hiburan di Indonesia. Bagi banyak orang, pengalaman karaoke lebih dari sekadar bernyanyi; ini tentang menciptakan kenangan berharga. Untuk membuat pengalaman karaoke lebih istimewa, dan mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengajak seorang LC (Lady Companion) alias Pemandu Lagu (PL) Dialah yang nantinya akan membantu tamu memilih lagu ditempat karaoke terdekat.

 

LC (Lady Companion) merupakan istilah lain dari pendamping atau pemandu Lagu, Mereka tak hanya akan menemanimu berkaraoke namun juga memastikan tamu merasa nyaman dan bahagia selama sesi karaoke dengan memilihkan lagu-lagu yang tepat.

 

LC (Lady Companion)

memiliki tugas untuk menjaga suasana tetap hangat dan ramah. Mereka bisa menjadi penyemangat ketika suasana karaoke mulai membosankan, membantu menghilangkan kecanggungan di antara teman yang mungkin sudah lama tidak bertemu dan masih banyak lagi.

 

Lain dengan Seorang pria bernama Safrudin (30th) Warga dusun Bantul desa Kesesi kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, yang ingin sekedar mencari hiburan harus berujung tragis meninggal dunia pada Kamis (16/01/25) pagi, setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Kesesi Kabupaten Pekalongan. 

 

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di pasar Kesesi tersebut mengalami luka parah sobek di bagian leher sebelah kanan, akibat tebasan atau sabetan benda tajam. 

 

Dari informasi yang dihimpun, korban sebelumnya bersama rekan-rekannya mencari hiburan karaoke di sebuah cafe Wadas Putri Ayu di dekat bendungan Kaliwadas Bodeh Pemalang, pada Kamis dini hari. 

 

Novi selalu saksi yang merupakan pemandu lagu karaoke menjelaskan, awalnya korban bersama rekan-rekannya, termasuk pelaku, berada didalam ruangan bersama. Tiba-tiba tiga orang keluar, yakni korban dan kedua pelaku yang terlibat seteru. 

 

Di hadapan awak media, Novi mengaku tidak tahu persis kejadian penganiayaannya, karena dia tengah menemani rekan-rekan korban dan pelaku yang masih bernyanyi. Setelah itu, korban masuk dengan bersimbah darah terus mengucur dari leher dan satu tangan lainnya memegang pecahan botol. Sementara, kedua pelaku diketahui kabur meninggalkan lokasi kejadian. 

 

Korban saat ini dievakuasi ke RSUD Ashari Pemalang, untuk dilakukan Outopsi, setelah sebelumnya disemayamkan di Kamar Jenazah RSUD Kesesi Kabupaten Pekalongan. 

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Pemalang.

(Ifan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *