KENDAL, RADARPOSNUSANTARA.COM-Terkait jebolnya tanggul kali bodri saat itu warga sangat kwatir hingga menyebabkan banjir,kini Masyarakat Peduli Kali Bodri Kendal meminta agar pemerintah segera merealisasikan janjinya untuk membenahi berbagai permasalahan Kali Bodri Kendal, termasuk tanggulnya yang sempat jebol dititik Desa Lanji dan Titik tanggul Desa Kebonharjo Kendal yang berdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
Hal ini sebagaimana diungkapkan salah seorang Aktifis Senior Kendal, Rahmat yang menyatakan pihaknya merasa perlu meminta pemerintah Kabupaten Kendal dan Pemerintah Provinsi untuk segera membenahi 2 titik tanggul jebol Desa Lanji dan Desa Kebonharjo Patebon sebelum musim hujan dan juga mengantisipasi sejak dini titik-titik tanggul Desa Cepiring, Desa Botomulyo, Tanggulmalang dan beberapa titik tanggul yang berpotensi jebol berdampak banjir nantinya, termasuk melakukan normalisasi kali bodri, “
Karena titik potensi rawan jebol di Kalibodri, Kendal diantaranya disebabkan adanya pengendapan lumpur dan material lainnya di dasar sungai dapat mengurangi kapasitas aliran air dan rapuhnya tanggul yang tidak kuat atau rusak dapat menyebabkan air meluap dan membanjiri daerah sekitarnya. Hal ini terbukti kemarin dengan jebolnya titik tanggul kebonharjo dan Desa Lanji oleh karena itu masyarakat minta pemerintah provinsi segera membenahi 2 titik tanggul tersebut sebelum musim hujan tiba dan mengantisipasi titik tanggul lainnya dengan merencanakan pembangunannya agar Masyarakat seputaran Kalibodri tidak merasa khawatir timbul Banjir Bandang, ” ungkap Rahmat di sisi lain seorang aktivis LSM Rokhim juga menyampaikan lewat Media ini dan minta ke pemerintah provinsi terutama BBWS Pemali Juana untuk segera merealisakan dan segera membangun tanggul,sebelum musim hujan tiba di kwatirkan jebol saat musim hujan kalau tidak segera di perbaiki ,”imbuhnya (Rabu, 6/7-2025).
Sebelumnya salah seorang Aktifis Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Perak Bodri), Arif Fajar Hidayat juga meminta agar pemerintah Propinsi Jateng segera membenahi Titik Tanggul Jebol di Desa Lanji dan Kebonharjo dibangun secara Permanen, ” Kemarin wakil gubernur Jateng, Gus Taj Yasin telah survey ke lokasi tanggul jebol kali Bodri, dan segera dibangun melalui DTT Pemerintah Propinsi Jateng. Sedangkan untuk titik-titik tanggul rawan lainnya yang jumlahnya ada 12 titik tanggul sepanjang Kalibodri akan direncanakan pembangunannya mulai tahun 2026. Karena pembahasannya harus melibatkan Dewan, ” ungkap Arif melalui selulernya (Selasa, 5/7-2025)

Bahkan Arif juga membahas terkait permasalahan Kalibodri ini mulai ditingkat Desa, DPRD dan Bupati Kendal,” Kami sudah menyampaikan aspirasi ini ke DPRD Kendal, kemudian sebelum aksi juga audiensi dengan Bupati Kendal dan beberapa hari lagi, Kami juga akan menyampaikannya ke DPRD Propinsi Jawa Tengah. Infonya kalau pihak eksekutif sudah setuju, tapi tinggal Dewannya nanti semoga bisa menyetujuinya, ” imbuh Arif.
Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, Banjir Bandang dari aliran air Kalibodri Kendal, terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Kalibodri pada Senin malam, 20 Januari 2025, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Berikut beberapa permasalahan yang timbul akibat banjir tersebut ¹ ²:
Dampak Banjir
Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman karena ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa titik. Banjir merendam beberapa desa, seperti Lanji, Kebonharjo, Bangunsari, Jambiarum, Tambakrejo, Purwosari, dan Purin.
Selanjutnya Penyebab Banjir
Karena Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal sejak Senin malam dengan Debit air Sungai Kalibodri meningkat drastis, menyebabkan tanggul jebol.
Dan Upaya Penanganannya yang dilakukan pemerintah Kabupaten kendal telah
melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperbaiki tanggul yang jebol.
Dinas Sosial mempercepat pendistribusian bantuan kepada para korban banjir.
Dibuka beberapa lokasi pengungsian, seperti Masjid Donosari, Kantor Dishub Kendal, SMA 1 Pegandon, Masjid Bulugede, Masjid Attaqwa Kebonharjo, dan MI NU Lanji.
Saat itu Jumlah Pengungsi
Sebanyak 617 warga mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya menangani dampak banjir dan memperbaiki infrastruktur yang rusak untuk mencegah banjir susulan. Dan hingga ditulisnya berita ini, gerakan warga setempat terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar tanggul yang jebol segera diperbaiki agar tidak terulang lagi bencana banjir bandang yang mengorbankan warga sekitarnya. Mereka pun disamping berupaya beraudiensi dengan pemerintah Kendal, Pemerintah Jateng juga dengan pihak Legislatif yang secara politis dapat mendukung gerakan kemanusiaan ini dengan menggelar Doa Ribuan Warga setempat diseputaran Kalibodri Patebon Kendal. (Tim)