JEPARA-RADARPOSNUSANTARA – Hari ukir yang telah dideklarasikan 20 Agustus 2022 di alun-alun Jepara kembali akan diperingati. Sejumlah agenda telah disiapkan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara dan para panitia, mulai Semarak Budaya 2025 hingga Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Kayu Jepara yang akan dipusatkan di Pantai Kartini Jepara pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025 mendatang.
Dalam acara yang direncanakan akan dibuka langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo tersebut, bakal dilalukan deklarasi Paguyuban Ukir Perempuan RA Kartini Jepara. Hal tersebut diungkapkan oleh Pendiri Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Edy Supriyanta, Senin (18/8/2025).
Terkait dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka Hari Ukir Tahun 2025. “Harapannya seluruh masyarakat Jepara terus dapat memperhatikan pelestarian seni ukir sebagai warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Untuk agenda Semarak Budaya 2025 akan diselenggarakan dalam bentuk lomba ukir bagi pelajar tingkat SD / MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK dan lomba mewarnai motif ukir. “Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Pemkab Jepara dan Yayasan Dharma Bhakti Lestari, Bank Jateng, Disdikpora, Kantor Kemenag Jepara, dan Disparbud Jepara” terang Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Yayasan Peluk), Hadi Priyanto.
Sementara untuk Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Kayu Jepara Peluk Jepara mendapatkan dukungan dari Mugiyono Wakil Menteri HAM RI, Kadin Jepara, Himki DPD Jepara Raya, CV Aulia Jati Indofurni, PR Sukun, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara.
Beliau juga menjelaskan, even ini digelar dalam rangka memberikan dukungan terhadap pengajuan seni ukir sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Setelah tahun 2015 seni ukir dan Ukir Motif Macan Kurung tahun 2024 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Disamping itu juga menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program Jepara Mulus yang diusung oleh Bupati Jepara dengan menempatkan pelestarian seni ukir sebagai salah satu priotitas. “Program ini perlu mendapatkan dukungan semua pihak agar seni ukir yang telah menjadi soko guru perekonomian daerah tetap bisa bertahan,” ujar Wakil Ketua Yayasan Peluk Drs Sutarya, MM.
Sementara Sekretaris Yayasan Peluk Drs Suyoto menjelaskan, untuk Lomba Ukir dan Lomba Mewarnai Motif Ukir Pelajar disamping piagam dan tropy juga disediakan uang pembinaan tiap kategori sebesar Rp. 4,1 juta. Sedangkan untuk lomba Cipta Karya Cinderamata total hadiah adalah Rp. 7,5 juta,” terangnya. ( Donie Jpr )
Sumber HDP