Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan, Wakil Ketua DPRD Jepara H Junarso. Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah

JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM | Sumber pangan tidak melulu dari pola konvensional yang membutuhkan lahan yang luas. Akan tetapi, dapat juga adaptif dengan kehidupan masyarakat dengan lahan terbatas. Salah satu contoh misalnya model pertanian urban yang dikembangkan saat ini. Kita bisa mengambil konsep pertanian urban dalam pemanfaatan lahan pekarangan yang ada. 

Wakil Ketua DPRD Jepara Drs H Junarso saat ditemui diruang kerjanya, Senin 3/10/2025. Ia menyampaikan adanya peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada.

” Untuk mendapatkan sumber penghasilan tidak harus memiliki lahan luas tp bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah walaupun tidak luas. Kita bisa mengambil konsep pertanian urban dengan memanfaatkan lahan yg ada. Beberapa contoh penerapan pertanian Urban yang dapat dilaksanakan pada pekarangan rumah, antara lain 1) hidroponik, 2) polybag, 3) vertikultur, dan 4) memanfaatkan rooftop. Hidroponik adalah istilah yang dipakai untuk sistem penanaman dalam media air, dimana unsur hara yang biasa diperoleh tanaman dari tanah digantikan dengan nutrisi buatan dalam media air. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pipa air. Untuk menjamin sirkulasi nutrisi, dalam rangkatan pipa air tersebut disiapkan alat pompa dengan kapasitas tertentu” Jelas Junarso

“Cara lain yang cukup efisien dalam memanfaatkan lahan adalah dengan menerapkan vertikultur. Dengan memanfaatkan bidang vertical seperti dinding dan pagar rumah. Vertikultur biasanya digunakan untuk menanam tanaman berusia pendek, seperti selada, seledri, sawi, bayam dan berbagai jenis sayuran lainnya. Keunggulan vertikultur juga adalah pada pot tanaman yang biasanya berupa botol bekas, bambo atau bahan sekitar rumah yang dapat “disulap” sebagai wadah tanaman ” Tambahnya

Junarso juga menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dikembangkan didaerah watuaji kecamatan keling kabupaten Jepara. Ia menjelaskan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat didesanya, bisa memanfaatkan pejarangan rumah menjadi penghasilan untuk memenehi kebutuhan sehari-hari. 

” Salah satu contoh warga yang memanfaatkan pekarangan rumah yaitu Sulton. Ia memanfaatkan pekarangan samping dan belakang rumah untuk ditanam bibit buah anggur. Dengan dibekali pelatihan, alhamdulillah tanaman anggurnya bisa menghasilkan panen yang cukup lumayan. Baik dari kwalitas anggur maupun kuantitas panen” Jelas Junarso

Diakahir wawancara Junarso juga menyampaikan bahwa banyak warga didesanya yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendapatkan penghasilan dan meningkatkan taraf kesejahteraan.

“Selain Sulton, masih banyak warga lain yang memanfaatkan pekarangan dengan ditanami anggur, vanila, mangga, alpukat, bahkan kolam lele dan ternak kambing dan ayam. Dan hasilnya sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Kedepan nanti akan diupayakan untuk menggandeng stek holder terkait agar bisa lebih lebih memaksimalkan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan ” Pungkasnya.

Konsep Pertanian urban ini berkembang sebagai respon dari banyaknya masalah yang terjadi yang berkaitan dengan kebutuhan lahan luas. Yakni, semakin berkurangnya lahan pertanian akibat pembangunan. Hal ini memicu orang-orang dengan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang pertanian memanfaatkan peluang dengan mengoptimalkan potensi sumber daya sekitar. Tujuannya adalah membudidayakan tanaman sayuran pada lahan terbatas dan terlantar secara maksimal.

Peningkatan ketahanan pangan di level rumah tangga di masyarakat terutama perkotaan dapat diupayakan dengan pelaksanaan konsep pertanian urban yang melibatkan banyak rumah tangga pelaku. Memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman atau dengan memadukannya dengan beternak dan memelihara ikan dapat menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus serta dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang berkualitas. Disamping itu, aspek ekonomi juga dapat dirasakan bagi penggiat pertanian urban, yakni pemangkasan biaya konsumsi rumah tangga terhadap pangan segar. Kesempatan menambah penghasilan juga dimungkinkan dari menjual hasil panen tanaman bahkan dapat menutupi biaya kebutuhan rumah tangga lainnya.

(Donie Jpr)