MADINA-RADARPOSNUSANTARA.COM– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanggapi konfirmasi dari Radarposnusantara.com terkait belum terealisasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 1 Panyabungan dan MTsN 2 Panyabungan.
Dalam jawaban singkatnya kepada Radarposnusantara.com Kakan Kemenag Madina menyatakan,
“Makasih infonya, mohon bantu untuk perealisasiannya, sebab sepenuhnya MBG wewenang Satgas MBG Madina.”
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa hingga kini tidak ada kejelasan peran konkret Kemenag Madina dalam mendorong realisasi program MBG di madrasah, meski kedua sekolah berada langsung di bawah naungan Kementerian Agama.
Padahal, berdasarkan penelusuran Radarposnusantara.com, terdapat beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitar sekolah, seperti SPPG Parbangunan, SPPG Dalan Lidang, dan SPPG Lubuk Sibegu, yang seharusnya secara jarak dan akses memungkinkan untuk melayani MAN 1 dan MTsN 2 Panyabungan.
Namun hingga saat ini, para siswa madrasah tersebut belum juga merasakan manfaat program nasional yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan gizi dan kualitas pendidikan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik: di mana letak koordinasi antara Kemenag Madina dan Satgas MBG? Mengingat madrasah merupakan lembaga pendidikan di bawah Kemenag, publik menilai semestinya ada langkah aktif, bukan sekadar penyerahan kewenangan, demi memastikan hak peserta didik terpenuhi.
Radarposnusantara.com akan melanjutkan konfirmasi kepada Satgas MBG Madina serta pihak terkait lainnya untuk menggali alasan konkret belum terealisasinya program tersebut, sekaligus mendorong adanya kejelasan tanggung jawab dan percepatan realisasi di lapangan. ( Hhn )