MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM-Penyambungan Jumat 23 januari 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada jatah makanan yang diterima siswa SMKN 3 Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima tim media , paket makan bergizi yang dibagikan kepada siswa terdiri dari satu butir telur ayam, satu buah jeruk, sepotong kue, Kue berwarna hijau dalam porsi kecil, serta satu kotak susu berukuran kecil. Namun, saat dokumentasi diambil, susu tersebut telah diminum oleh siswa yang bersangkutan.
Jika ditinjau secara kasat mata, porsi dan komposisi menu tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait kecukupan gizi, khususnya bagi siswa sekolah kejuruan yang membutuhkan asupan energi lebih tinggi untuk menunjang aktivitas belajar dan praktik.Beberapa pihak mempertanyakan apakah menu tersebut sudah benar-benar mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Program Makan Bergizi Gratis, baik dari sisi nilai gizi, porsi, maupun keseimbangan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya jangan asal. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai standar menu, anggaran per siswa, serta mekanisme pengawasan distribusi Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 3 Panyabungan.
Media ini akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kesesuaian program dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
( HHN )