Jatah MBG di SD Kota Penyambungan Dibagikan Sekaligus Untuk Seminggu, Orang Tua Pertanyakan Kelayakan

MADINA SUMUT– RADARPOSNUSANTARA.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menuai sorotan. Pasalnya, pihak penyelenggara membagikan jatah konsumsi bergizi untuk kebutuhan satu minggu sekaligus dalam satu hari, Selasa (24/02).
​Langkah pembagian sekaligus ini memicu pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai standar kelayakan dan kesegaran bahan pangan yang diterima siswa.
​Sorotan pada Kesegaran dan Keamanan Pangan ​Berdasarkan pantauan media di lapangan, paket yang dibagikan meliputi satu liter susu cokelat kemasan, satu bungkus roti sobek, dua butir telur rebus, serta beberapa jenis buah seperti jeruk, apel, dan kurma.

​Sejumlah poin yang menjadi bahan pertanyaan publik dan orang tua murid antara lain:
* ​Ketahanan Produk: Telur yang dibagikan dalam kondisi sudah direbus. Muncul kekhawatiran mengenai masa simpan telur rebus jika harus dikonsumsi dalam rentang waktu seminggu ke depan tanpa penyimpanan pendingin yang memadai di rumah siswa.
* ​Kesegaran Buah & Roti: Buah-buahan dan roti memiliki masa segar yang terbatas. Pembagian sekaligus dikhawatirkan membuat kualitas nutrisi menurun atau bahkan membusuk sebelum sempat dikonsumsi di akhir pekan.
* ​Kontrol Konsumsi: Pola pembagian mingguan ini dinilai melenceng dari esensi “Makan Siang Bergizi” harian yang seharusnya dipantau langsung di sekolah untuk memastikan anak benar-benar makan dengan pola yang teratur.

​Keluhan Wali Murid
​Salah satu wali murid yang ditemui di lokasi mengungkapkan keraguannya. “Kalau dikasih sekaligus untuk seminggu, apakah susunya tidak basi? Apalagi telur rebus itu tidak tahan lama. Bukannya sehat, kita takut malah jadi masalah pencernaan kalau anak-anak khilaf memakannya saat sudah tidak layak,” ujarnya dengan nada khawatir.
​Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun koordinator penyaluran MBG di wilayah tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan teknis pembagian jatah mingguan ini serta jaminan keamanan pangan bagi para siswa.
​Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, segera turun tangan mengevaluasi prosedur distribusi ini agar program MBG tepat sasaran dan tetap mengutamakan aspek kesehatan. 
​

( Tim  )