Longsor Tambang Pasir Klesem Boja, Makan Korban Jiwa Seorang Supir Angkut Pasir Meninggal Dunia Kena Longsoran Pasir Tebing di Lokasi

KENDAL-RADARPOSNUSANTARA.COM-Kamis 20 Februari 2026  Team Buser Indonesia dan media melakukan investigasi ke lokasi setalah mendapatkan informasi masyara atas Insiden longsornya tebing yang terjadi di area tambang pasir wilayah Klesem, Boja, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (31/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB lalu , yang mengakibatkan seorang supir pengangkut pasir bernama Absori meninggal dunia, korban yang beralamat dusun Kedungdowo RT 06 RW 04 desa Campurejo kec boja kan Kendal, meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.

Berdasarkan keterangan Jayuli, pemilik warung yang berada di sekitar lokasi kejadian, peristiwa terjadi saat aktivitas penambangan sedang dalam kondisi jeda istirahat.
“Kejadiannya sekitar jam ±09.00 WIB. Yang kena longsoran itu supir yang mau belanja pasir. Kebetulan tenaga yang menggali sedang istirahat ke warung. Supir tersebut juga sedang istirahat di bawah tebing. Tiba-tiba terdengar suara keras ‘Bruuk..!’. Setelah dilihat, ternyata tebing longsor dan menimbun korban. Masih terlihat sedikit lengannya,” ujar Jayuli saat ditemui di lokasi.
Warga dan pekerja tambang yang berada di sekitar lokasi segera melakukan upaya pertolongan dengan menggali material tanah yang menimbun korban. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan yang tersedia.“Awalnya tidak tahu pasti, waktu diangkat masih hidup atau sudah meninggal. Namun kemudian ada kabar dari rumah sakit bahwa korban sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Saat tim buser indonesia bersama awak media mendatangai dan konfirmasi Di rumah duka, ditemui istri dan anak korban Jaenuri, membenarkan peristiwa tersebut. Jaenuari mengaku bahwa telah terjadi musibah longsor tebing yang mengakibatkan orang tua sebagai supir meninggal dunia.memang saya berada di sekitar lokasi saat kejadian, namun tidak menyaksikan langsung momen longsor karena terhalang tebing.
“Ya benar, kami keluarga almarhum yang kena musibah meninggal di tambang pasir Klesem Boja. Waktu itu saya juga di lokasi, tapi tidak melihat langsung karena terhalang tebing. Posisi saya di warung seberang tebing,” ungkapnya.

*
Jaenuri menjelaskan, saat itu dirinya sedang sarapan di warung ketika terdengar suara keras dari arah tambang.
“Tiba-tiba ada suara keras ‘Bruuk..!’. Orang-orang langsung berlari ke lokasi. Ternyata tebing longsor dan menimbun bapak* saya. Kelihatan sedikit lengan dan pundaknya. Bersama orang-orang kami membongkar tanah dan mengangkat bapak ke mobil Kijang untuk dilarikan ke rumah sakit,” tuturnya.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pemilik depo tambang pasir telah memberikan bantuan kepada keluarga korban selama tujuh hari masa peringatan kematian.

Kemudian tim buser indonesia dan awak media datangi ke rumah pemilik depo sekaligus pemilik lahan tambang gol c manual ,untuk minta keterangan terkait kronologi kejadian tersebut. Serta mengenai penyebab pasti longsor dan langkah penanganan lebih lanjut, karena Pemilik galian C atas nama Sugiyono warga dusun Kedungdowo RT 07 RW 04 desa Campurejo kec boja kab. Kendal, Team dan awak media dua kali kerumah nya tapi yang bersangkutan atau pemilik depo pasir tidak ada di rumah.

Kemudian lanjutkan ke polsek boja , saat tim buser indonesia menghubungi WA kapolsek membenarkan hal tersebut dan kemudian memberikan nomer WA kanit reskrim polsek boja yang menangani. Sampe polsek yang di temuai oleh kanit reskrim dan membenarkan dengan adanya kejadian tersebut dan sudah di tangani juga dari polres ,serta lokasi tempat kejadian juga sudah di garis polisi, dengan adanya santunan dan masalah tersebut di selesaikan secara kekeluargaan dan tidak akan membawa ke ranah hukum, namun informasi yang di dapat dari masyarakat oleh awak media dan tim buser indonesia terkait santunan belum di berikan,berbeda dengan keterangan dari pihak keluarga dan polsek katanya sudah ada santunan .(Hm Roji/Tiem)