JEPARA-RADARPOSNUSANTARA.COM | Pengunjung objek wisata Pantai Kartini di Jepara mengeluhkan antrian masuk yang memakan waktu hingga lebih dari satu jam saat Pesta Lomban 2026. Keluhan ini muncul akibat sistem e-ticketing yang dianggap lambat dan kurang efisien.
Pesta Lomban adalah tradisi yang digelar setiap tahun oleh pemerintah kabupaten Jepara, yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun dari kabupaten tetangga, seperti, Kudus, Pati,Demak, Grobrogan dan masih banyak yang lainnya, hingga memicu lonjakan pengunjung yang sangat luar biasa, untuk turut hadir di Pantai Kartini Jepara, guna menyaksisan gelaran Pesta Lomban 2026 pada Sabtu (28/3/2026).
Namun pagelaran yang spektakuler seperti itu malah diciderai dengan sistem pembayaran tiket masuk yang berbasis E-Ticketing justru malah menjadi penghambat utama terjadinya antrian panjang, hingga membuat para pengunjung frustrasi ditengah cuaca panas dan menunggu lama.
Salah satu pengunjung pantai kartini yang berada dilokasi mengaku kecewa, dengan pelayanan yang lambat seperti ini, karena proses cetak tiket otomatis yang memakan waktu. “Antriannya panjang, saya kira pengunjungnya didalam lokasi pantai kartini berjubel penuh, eh ternyata sistem pembayaran tiket masuknya yang bikin antri lama,” katanya dengan nada kesal.
“Jauh-jauh dari kelet sampai Jepara, masih disuruh antri hingga 1jam lebih,” gerutunya.
Salah satu pengunjung yang datang dari Grobogan juga sempat pingsan akibat antri yang cukup lama dan kepanasan, untuk masuk ke obyek wisata pantai kartini, masih diloaksi yang sama. “Saya dari grobogan perjalanan satu jam’an lebih, sampai sini masih harus antri berjam-jam, hanya untuk masuk saja” ujarnya kepada awak media,
Sementara itu Ali Hidayat, selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp oleh awak media hingga saat ini belum menjawab, terkait adanya anomali dilapangan.
S. Kendar Praptomo kabid Destinasi Disparbud Jepara kepada awak media menyatakan, petugas tiketing dipintu masuk sudah ada tenaga tambahan. “Ini sudah ada penambahan personel dan alat E- ticketing, dan ini juga sudah mulai terurai agar pengunjung bisa masuk ke lokasi dengan lancar” terangnya singkat.
Penggunaan mesin E-ticketing yang digadang-gadang menjadi solusi dalam perubahan sistem pembayaran yang lebih muktahir oleh pemerintah kabupaten Jepara, malah menjadi sumber Anomali utama dalam pelayanan pembelian tiket, hingga menghambat mobilitas para pengunjung yang hendak berwisata.
(Donie jpr)