Kendal-radarposnusantara.com- Semangat mengabdi dalam dunia pendidikan tidak mengenal batas usia. Nilai itulah yang tercermin dari sosok Casmito, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kendal, yang tetap penuh dedikasi membagikan ilmu kepada para guru meski telah mendekati masa purna tugas.
Semangat tersebut tampak dalam kegiatan In House Training (IHT) bertema Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh MA NU 04 Al Ma’arif Boja, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti seluruh tenaga pendidik dengan antusias tinggi.
Sebagai narasumber utama, Casmito menyampaikan materi secara komprehensif mengenai penyusunan perangkat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Tidak hanya membahas konsep pembelajaran mendalam (Deep Learning), pelatihan juga mengintegrasikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana pendukung dalam menyusun modul ajar, perangkat pembelajaran, serta materi pembelajaran yang lebih efektif dan kreatif.
Menurutnya, pemanfaatan AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat profesionalisme guru, bukan menggantikan peran pendidik. Sentuhan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kasih sayang tetap menjadi ruh utama dalam proses pembelajaran melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
“Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan guru, tetapi hati seorang guru tidak pernah dapat digantikan. Karena itu, pembelajaran harus tetap mengedepankan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan keteladanan,” ungkap Casmito di hadapan para peserta.
Kepala MA NU 04 Al Ma’arif Boja, Novita Aris Isnani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan IHT ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar semakin siap menghadapi dinamika implementasi Kurikulum Merdeka.
“Tujuan utama In House Training ini adalah agar para guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara optimal melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kami ingin menciptakan suasana belajar yang tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan akhlak mulia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Novita berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, relevan dengan perkembangan zaman, serta tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan IHT berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi pemanfaatan AI dalam pendidikan, serta refleksi bersama mengenai tantangan pembelajaran di era digital. Antusiasme para peserta menunjukkan besarnya komitmen guru untuk terus belajar dan berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Di balik materi yang disampaikan, tersimpan keteladanan yang sangat berharga. Menjelang masa purna tugas, Casmito tetap hadir dengan semangat yang tidak surut, membuktikan bahwa pengabdian seorang pendidik tidak diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari ketulusan dalam berbagi ilmu dan menginspirasi generasi penerus.
Melalui kegiatan ini, MA NU 04 Al Ma’arif Boja berharap lahir pendidik-pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, unggul dalam kompetensi pedagogik, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang mendalam, humanis, dan penuh cinta. Semangat belajar sepanjang hayat yang dicontohkan oleh Casmito menjadi pesan kuat bahwa guru sejati akan terus menebarkan manfaat, menginspirasi perubahan, dan meninggalkan jejak kebaikan bagi dunia pendidikan.
(DheRoji HM)