BATANG- RADAR POS NUSANTARA- Di sepanjang Jalan pantura Gringsing Banyuputih masih ada kegiatan diduga prostitusi esek-esek masih berjalan lancar seperti biasa, tanpa ada rasa kepedulian pada saat bulan suci Ramadhan apalagi di hari kedua umat Islam menjalankan ibadah puasa.
Saat tim awak media menyoroti dalam pantaun dan investigasi di malam hari Jumat malam(24/3/2023) sekitar pkl 22:12 WIB. penyakit masyarakat (Pekat) berkedok warung kopi yang notabenya di warung adalah diduga Pekerja Sek Komirsial (PSK) yang siap melayani tamu hidung belang.
Tak hanya warung remang – remang, namun Hotel Melatipun buka seperti hari- hari biasa, sepertinya tanpa mengingat dan menghormati di bulan suci Ramadhan 1444 H.
Sebut saja (M )nama samaran salah satu PSK,” saya sudah terbiasa melayani dan menemani tamu minum minuman keras (Miras) keseharianya walaupun ini bulan puasa, bedanya kalau di hari hari biasa musik ready, kalau di bulan puasa ini gak di perbolehkan musik,’cetus seorang PSK yang ada di jalan pantura Banyuputih.
“Ya kalau sekali kencan kadang 150 -200 itu tergantung tamu dan rejeki, kadang ya 250 gak nentu si mas,”sambung ( M ) nama samaran
Pada tahun 2015 Pemkab Batang, Satpol PP dan APH telah meratakan penggusuran warung prostitusi yang ada di wilayah Surodadi Kecamatan Gringsing, yang biasa di sebut Jentolsari, kali ini kembali berkembang dan marak dikit demi sedikit bisnis seperti ini penyakit masyarakat ( Pekat ) untuk para hidung belang.
Tim media mennyampaikan agar Kapolres Batang, Dandim Batang, Pemkab dan Satpol PP penegak Perda segera mengambil langkah tegas dalam upaya penertibpan warung remang – remang ajang prostitusi, penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Batang khususnya di bulan Suci Ramadhan.
(Red/Tim)