Dalami Kurikulum Merdeka, SMP N 1 Kesesi Adakan In House Training

 

KAB, PEKALONGAN-RADAR POS NUSANTARA-SMPN 1 Kesesi, Kab. Pekalongan Jawa Tengah mengadakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai tindak lanjut program SMP Pusat Keunggulan Skema Lanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 10 s/d 13 Juli 2023 dan 21 s/d 22 Juli 2023. Bambang Junaryadi, S.Pd, M.Pd saat ditemui wartawan menjelaskan, ” Kenapa ada jeda waktu dalam 6 hari tidak langsung dilaksanakan berturut – turut?? Karena memberikan kesempatan kepada rekan – rekan guru untuk melaksanakan pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) selama 3 hari (17,18,20/7/23), “Ujar Bambang.

Peserta IHT yaitu seluruh tenaga pendidik di SMPN 1 Kesesi yang berjumlah 47 orang.
Dengan 4 narasumber antara lain; Bambang Junaryadi, S.Pd. M.Pd, Giyono, S.Pd, M.A.P, Endang Sri Umarni, S.Pd, M.Pd dan Lina Agustina, S.Pd.

IHT ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pendalaman kurikulum merdeka kepada bapak/ibu guru baik mengenai dasar pelaksanaan kurikulum merdeka, perangkat ajar, maupun desain assessment. Hal inilah yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Kesesi dalam sambutannya, “Maksud dan tujuan diadakannya IHT ini agar bapak ibu guru dapat memahami bagaimana pelaksanaan kurikulum merdeka sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran makna dan maksud daripada kurikulum merdeka dapat terwujud dan sebagai pengimbasan dari PKP angkatan 3.”, demikian kata Bambang Junaryadi, S.Pd, M.Pd.

Tujuan pemerintah dalam penerapan kurikulum merdeka ini hanya mengatur prinsip pembelajaran saja, selebihnya sekolah diberikan kebebasan dalam menentukan model, metode, dan teknik pelaksanaannya. Guru diberikan bekal Capaian Pembelajaran (CP) sebagai pedoman batas minimum kompetensi yang dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran, selebihnya guru dapat memodifikasi proses pembelajaran dengan kreatif dan inovatif. Kunci daripada kurikulum merdeka adalah menekankan softskill dan hardskill, upskilling dan reskilling siswa, “Imbuh Bambang.

“Pembelajaran yang diinginkan adalah pelajaran yang melekat, bernilai, dan bisa diterapkan dalam kehidupan siswa, “Ujar Bambang mengakhiri pembicaraannya.

 

(Ifan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *