KAB PEKALONGAN-RADARPOSNUSANTARA.COM-Puluhan warga Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan rela antre demi mendapatkan air bersih di tengah kekeringan.
Sekadar diketahui, warga di daerah tersebut sudah mengalami kekeringan dampak dari kemarau panjang selama sebulan lebih.
Kekeringan melanda desa sastrodirjan pemerintah desa Sastrodirjan bersama bhabin dan para relawan memberikan bantuan air bersih 2 sampai dengan 3 tangki 2x semingguWarga yang antre menenteng ember serta jeriken. Ada yang membawa drum dan tong berukuran besar di bagian depan. Jika tak seperti itu, mereka tak bakal punya stok air bersih.
Saat dikonfirmasi wartawan, Widiana, S.Pd selaku kades Sastrodirjan menjelaskan, “Pertengahan agustus 2023 ketika saya mulai mendengar beberapa keluhan warga tentang keringnya sumur dan sulitnya air bersih, kami pemerintah desa melayangkan surat permohonan bantuan air bersih ke BPBD, PMI dan PDAM yg alhamdulillah hingga saat ini sudah terjadwal rutin 2x seminggu 2 sampai 3 tanki dalam 1x pengiriman. Insya Allah untuk kebutuhan warga desa Sastrodirjan akan terpenuhi untuk pengadaan air bersihnya, kami segenap pemerintah desa sastrodirjan akan selalu mengupayakan yg terbaik”, Ujar Widiana.
“Ya nggak apa-apa antre juga, yang penting dapat air bersih. Soalnya di sini memang sedang kekeringan,” ujar Darsih (53th), warga setempat, Senin (25/6/23).
Mereka lega bisa mendapatkan air bersih. Pasokan air dari PDAM Kab.Pekalongan itu bakal meringankan beban mereka dan benar – benar membantu.
“Ya saya ambil 3 jeriken hari ini, paling cukup buat sehari saja. Besok ya harus antre lagi bila dari PDAM yang sudah terjadwal 2x dalam seminggu akan datang lagi. karena memang sumur di rumah sudah nggak ada airnya,” kata Darsih.

Kades Sastrodirjan Widiana, S.Pd mengatakan, ” pihaknya mendapat informasi bahwa didesanya tersebut mengalami krisis air bersih saat kemarau. Pihaknya telah benar berkirim surat permohonan kepada dinas terkait untuk mengirimkan 2 sampai 3 dalam seminggu satu unit truk tangki penyalur air bersih.
“Total sekitar 13 ribu liter air bersih yang kami salurkan. Kita lihat warga disini memang susah mendapatkan air bersih sampai tadi harus mengantre,” ucap Widiana.
Widiana mengatakan selama musim kemarau pihaknya menyediakan bantuan air bersih bekerjasama dengan PDAM, BPBD, PMI, dan relawan. Di samping itu, juga mencari solusi mengatasi kekeringan rutin tiap kemarau.
“Soal bantuan air bersih nanti kita sampaikan agar disiapkan. Kita masih mencari solusinya, misal dengan membuat sumur, katanya kalau dibor harus dalam sampai 120 meter baru keluar air bersih, nanti akan kita upayakan,” kata Widiana.
Penulis : Ifan