KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Perpecahan di tubuh organisasi sekertaris desa Kabupaten Kendal semakin meruncing, faktanya, munculnya organisasi tandingan bernama Persada (persatuan sekertaris desa) semakin terang-terangan melakukan “perlawanan” kepada Forsekdes (forum sekertaris desa) organisasi induknya, pasalnya, mereka diduga dengan sengaja tidak menghadiri pengukuhan kepengurusan Forsekdes hasil Musda Tahun 2023 dengan dalih ada kegiatan ke luar kota.
Setelah terbelah menjadi dua kubu, tidak ada salahnya kalau awak media ini mencoba menakar kekuatan survive kedua organisasi yang sama-sama belum berbadan hukum tersebut, berdasarkan kemampuan keduanya dalam menyusun program dan mengimplementasikannya.
Dibelakang Persada ada Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki yang telah bersedia melepas kegiatan “dolan bareng persada” yang dikemas dalam bentuk Studi Banding desa wisata Ke jogjakarta.
Sementara di belakang Forsekdes ada Bupati Kendal Dico Ganinduto yang berkenan mengukuhkan kepengurusan Forsekdes periode 2023-2028.
Selain itu, ada dugaan Forsekdes didukung oleh Dispermades, dugaan tersebut tentu bukan tanpa sebab, pasalnya ditemukan undangan yang ditujukan kepada Camat, isinya, Camat diminta untuk memerintahkan Sekdes hadir dalam pengukuhan, karena didalamnya ada sosialisasi.
“Harusnya yang ngundang itu kan Panitia pengukuhan, bukan Dispermades,” terang salah satu Sekdes.
Meskipun diundang oleh Dispermades melalui camat, ternyata tidak menyurutkan niat mereka untuk tidak hadir di acara pengukuhan kepengurusan Forsekdes oleh Bupati Kendal.
“Itu sebagai bukti bahwa jajaran top leader Forsekdes tidak punya kemampuan untuk menghadirkan anggotanya, makanya minta tolong Dispermades,” ujar Unggul aktifis Kendal.
Forsekdes ataupun Persada adalah dua organisasi yang sama-sama baru lahir, keduanya sama-sama
belum mempunyai badan hukum.
Persada lahir lebih dahulu paska Forsekdesi bubar dan bermetamorfosa menjadi Forsekdes.
“Forsekdes lahir bersamaan dengan hari dan tanggal pengukuhan pengurus sebagai rumah baru, usai Forsekdesi di bubarkan,” ujar Unggul.
Kedepan, yang menentukan kedua organisasi itu bisa bertahan adalah siapa yang mampu membuat program yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masing-masing anggota.
“Pemenangnya adalah organisasi yang mampu mewujudkan perjuangan para anggotanya sesuai dengan visi dan misinya diantaranya meningkatkan kesejahteraan,” kata Chumaidi mantan Ketua PPDI
“Bila itu tidak bisa diwujudkan maka organisasi itu yang akan tenggelam, sebab akan terjadi Distrush terhadap kemampuan ketuanya,” ucap salah satu aktifis Kendal unggul kepada
media ini, Sabtu 25/11/2023.(bersambung)
Pewarta : A. Khozin