PANYABUNGAN SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM-Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Purba Baru yang menghanyutkan puluhan pondok santri Mustafawiyah tidak hanya karena intensitas hujan tinggi yang menyebabkan air sungai Singolot meluap, namun juga diduga Keras karena adanya dampak dari penebangan hutan di hulu seluas 1, 7 hektar, Jumat (12/1).
Penebangan hutan itu diduga dilakukan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), sebagai upaya dari PT tersebut untuk pencanangan pembukaan sumur baru.
“Berdasarkan informasi terakhir kami, lahan baru yang kami buka memiliki luas sekitar 1,7 hektar. Perluasan ini merupakan bagian dari upaya strategis kami untuk pengembangan sumur baru guna mendukung kegiatan operasi yang sedang berkembang,” berikut disampaikan Corporate Communications PT SMGP, via email menjawab Team waspada online.
dugaan adanya dampaknya terhadap menaiknya debit air Sungai Singolot, karena anak sungai di hilir kawasan PT SMGP tersebut mengalir ke Sungai Singolot dan telah meluap sebelumnya yang juga telah menyebabkan banjir di sekitarnya.
“Seumur-umur baru kali ini rumah saya kebanjiran, mungkin karena ada pembukaan lahan di atas,” kata salah seorang warga Desa Purba Lamo.
Memang di lokasi warga tersebut banyak terlihat gelondongan kayu ukuran kecil, dan itu dikatakannya terseret oleh arus dari hulu.
“Di desa kami ada dua aliran sungai. Yang satu mau hujannya berapa lama air tetap jernih tapi yang satunya lagi hujan kecil saja airnya sudah keruh, karena memang sungai itu ada kaitannya dengan aktivitas mereka. Kita tidak menuduh, namun seharusnya potensi-potensi yang akan dikembangkan itu bisa dipantaulah secara dini,” sebut warga tersebut.
( Pardamean )