Anggota Komisi V DPR RI, Drs.H Fadloli Soroti Parahnya Sedimentasi Sungai di Kendal

KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Kondisi sungai di Kendal sungguh memprihatinkan, pasalnya, sungai yang awalnya begitu lebar, sekarang tinggal beberapa meter yang masih bisa mengalirkan air, selebihnya sudah berupa daratan yang ditumbuhi rerumputan akibat dari sedimentasi.

Untuk mengetahui sejauh mana pemeliharaan yang selama ini dilakukan oleh Balai PSDA Bodri Kutho, awak media ini mencoba mewawancari Kordinator Kelompok Pelaksana ( Pokla) Balai PSDA Bodri Kutho Nur Kholis.

Dijelaskan oleh Nur Kholis bahwa untuk perawatan rutin kali Kendal tahun in sudah dilaksanakan, dimulai dari depan dealer motor P ( sebelah barat LP) sampai dengan depan bengkel S, panjangnya sekitar 400 meter.

“Kami belum mampu mengeruk sedimentasi sungai Kendal secara keseluruhan, dari hulu sampai hilir, hal itu disebabkan oleh minimnya anggaran yang ada,” terang Nur Kholis.

“Per sungai maksimal dapat anggaran 200 juta per tahun, bahkan bisa kurang dan itu hanya cukup untuk pemeliharaan 400 meter saja, sulitnya lokasi pengerukan mengakibatkan pembengkakan Beaya, sebab harus melangsir tanah kerukan untuk diangkat, hal tersebut disebabkan kanan kiri sungai padat dengan rumah penduduk, ditambah dengan kabel yang terlalu rendah,” imbuhnya.

Adi juga mengakui dengan anggaran yang ada, pihaknya merasa sangat kewalahan dengan kondisi masing-masing sungai, apalagi Balai PSDA Bodri Kutho harus mengurus 12 DAS sungai.

“Oleh karena itu, kita akan memaksimalkan anggaran yang ada dengan skala prioritas, kita akan lakukan pemeliharaan rutin dengan melihat kondisi di lokasi, bila masuk prioritas, maka itu akan menjadi target pelaksanaanya,” terangnya.

Terkait dengan kondisi sedimentasi sungai yang sudah memprihatinkan itu, menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem, Fadloli.

Menurut Fadloli, permasalah sedimentasi tersebut harus dicarikan solusinya, salah satu nya dengan mengajukan anggaran ke PUPR.

“Saya berharap, seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah setempat, untuk bersama-sama mencari solusi cara mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Kendal. Jadi bukan hanya dengan jawaban ini kewenangan provinsi atau pusat saja,” tandas Fadloli saat bertatap muka dengan wartawan Liputan Pemkab, Jumat 19/01/24.

Untuk itu, berdasarkan dari aspirasi yang Fadholi serap dari yang disampaikan para awak media, terjadinya banjir akibat sedimentasi sungai, maka pihaknya akan mendorong pihak terkait supaya segera melakukan normalisasi sungai.

“Ini banjir melanda di beberapa wilayah di Kendal sangat memprihatinkan, dan atas dasar dari masukan panjenengan semua harus dilakukan pengerukan untuk mengurangi sedimentasi. Oke, aspirasi ini saya tampung dan akan saya sampaikan kepada pihak PUPR supaya dilakukan normalisasi sungai di Kendal,” jelasnya.

Bukan hanya itu, bahkan Fadholi akan mengajak pihak terkait dan juga para awak media berkeliling turun langsung ke lapangan, untuk melihat kondisi sungai di Kendal yang sering meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Saya akan ajak panjenengan semua, bersama pihak terkait untuk ikut mengecek, wilayah mana saja yang sering terjadi banjir dan penyebabnya,” ujarnya

Di sisi lain, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah 1 (Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga) tersebut mengaku, mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kendal. Maka dirinya juga berharap, sektor-sektor yang menjadi pertumbuhan perekonomian harus diperhatikan.

“Saat ini saya sedang konsen pada pengembangan ekonomi di perdesaan. Karena ekonomi perdesaan bagian yang sangat penting. Diantaranya dengan pembangunan jalan-jalan di desa, kemudian kesejahteraan masyarakatnya melalui bantuan rumah tidak layak huni di Kendal berjumlah lebih dari seribu unit. Dalam tiga tahun terakhir ada 3.000 unit rumah tidak layak huni yang kita bantu,” beber Fadholi.

Selanjutnya di sektor pertanian, terutama untuk mendukung hasil usaha, pihaknya menyalurkan bantuan irigasi. Karena menurutnya sangat penting.

“Selain itu, yang tak kalah penting untuk kita tumbuhkan adalah pengembangan pasar desa. Dan hari ini program pasar desa tersebut kita berikan satu di wilayah Kendal atas,” tutup fadloli.(*)

Penulis : A. Khozin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *