Dr. Widya Kandi Susanti : Saya Tidak Maju di Pilkada Kendal Karena Ingin Adanya Regenerasi Kepemimpinan

KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Ada 3 Syarat bagi calon Presiden maupun Wakil Presiden yang harus dipenuhi, yang pertama, pemimpin harus taat kepada Tuhan, karena kita adalah negara yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kedua, harus patuh terhadap hukum, karena apabila seorang pemimpin sudah melenceng dari hukum bahkan merekayasa hukum, negara ini bisa chaos, bisa kacau.
Dan yang ketiga, harus setia pada rakyat, karena pemegang kedaulatan tertinggi di negara ini adalah rakyat.

Hal itu di katakan oleh mantan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti yang saat ini tercatat sebagai Caleg DPR RI dari Partai PDIPerjuangan Dapil Jateng 1 nomor urut 7 saat ia mengikuti “Geber Ganjar 10 Group Barongan se-Kabupaten Kendal Merawat Kemenangan” yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Ganjar-Mahfud (Kopi Gama) di Desa Sendang Dawuhan Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal, Minggu 28/01/24.

Ketika disinggung wartawan terkait dengan pilihannya maju sebagai caleg dan bukan sebagai kepala Daerah, anggota Legislator DPRD Kendal tersebut menjawab dengan bijak, ia berharap ketidak majuan nya karena ia ingin adanya regenerasi.

“Biarlah yang muda-muda, yang lebih idealis,” jawab Ibu Widya biasa ia dipanggil.

Ditambahkan Widya Kandi, Sebagai anggota DPRD, dirinya tau persis tentang keuangan APBD Kabupaten Kendal, yang saat ini untuk uang TPP saja (Tambahan Penghasilan Pegawai) belum bisa dibayarkan, Karena apa, karena anggarannya terbatas,” tegasnya.

Widya Kandi juga menjelaskan, kenapa TPP banyak yang belum dibayarkan, penyebabnya adalah karena anggaran yang terbatas, oleh karena itu, harus ada tokoh di daerah ini (Kendal-red) yang harus naik ke pusat, agar aspirasi yang ada di atas bisa dikawal masuk ke Kendal.

Sementara itu, Kordinator Pelaksana kegiatan, Bima Bayu Aji kepada para wartawan mengatakan bahwa salah satu tujuan Kopi Gama menggelar kegiatan ini adalah untuk mengangkat potensi seni budaya yang ada di kabupaten Kendal, hal tersebut selaras dengan visi misi Ganjar Mahfud, yaitu mendaulat dan memprioritaskan kebudayaan yang ada di daerah untuk menjadi jati diri.

Bima juga menjelaskan bahwa Parade ini merupakan puncak dari rangkaian gelaran kegiatan Kopi Gama di desa Sendang Dawuhan yang sebelumnya diawali dengan berbagai kegiatan.

Selanjutnya Bima berharap, agar dengan kegiatan ini bisa meningkatkan potensi budaya, adat istiadat dan kesenian khususnya di Kabupaten Kendal, agar muncul kesadaran bahwa di Indonesia ini kaya dengan kebudayaan yang bisa dijadikan sebagai jati diri bangsa.

“Oleh karena itu, tugas kami kami (Kopi Gama-red) adalah menaikan Great dan eksistensi mereka di mata masyarakat,” urai Bima.

Senada dengan Bima, Sekjen Kopi Gama Nasional Tanjung Allies juga mengatakan hal yang sama, ia bercerita bahwa Kopi Gama merupakan kumpulan para pegiat budaya kabupaten Kendal yang terus berusaha mendorong kepada masyarakat, bahwa pilihan terhadap Ganjar Mahfud ini sungguh pilihan yang sangat logis.

“Targetnya adalah lolos diputaran pertama dulu, selanjutnya pada putaran kedua akan kita memaksimalkan,” beber Tanjung.

Terkait dengan hasil survey Ganjar yang bersifat fluktuatif, tanjung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nya untuk mendongkrak suara Ganjar agar terus terjaga,

“Dengan turun kebawah, ketemu masyarakat, dan menjelaskan sebetulnya Ganjar itu dekat dengan masyarakat dan selalu tau apa yang diinginkan nya,” beber Allies.

Penulis : A. Khozin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *