KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – KPU Kabupaten Kendal menetapkan calon anggota DPRD Kendal sebanyak 719 orang dari 17 partai politik peserta Pemilu, dengan 796.097 pemilih pada tahun 2024.
Dari jumlah tersebut akan memperebutkan kursi DPRD sebanyak 50 buah, artinya akan ada 669 orang yang akan gagal melaju ke gedung DPRD Kendal.
669 itulah yang akan menjadi atensi petugas kesehatan, karena tidak tertutup kemungkinan diantara mereka ada yang depresi akibat kegagalannya itu.
“RSUD Dr. Soewondo Kendal menyediakan 12 bed bagi mereka yang gagal kemudian depresi,” terang dr. Afandi Manager Pelayanan Pasien kepada awak media ini. Jumat 9/02/24.
Bahkan tidak hanya itu, terhadap Caleg yang jatuh miskin dan tidak mampu membayar pengobatannya, dr. Affandi menawarkan 3 skema, diantaranya, minta ke Dinsos dan DKK.
“Bila jatuh miskin maka akan di mintakan ke Baznas,” ucap dr. Affandi.
Berdasarkan pengalaman awak media ini, banyak faktor penyebab Caleg gagal menjadi stres dan depresi, penyebabnya karena tidak semua Caleg itu maju dengan modal/uang sendiri, banyak diantara mereka yang pembiayaannya mencari ke pihak ke 3 dengan jalan hutang, jual aset, dan bargaining potition bersama investor dengan kompensasi tertentu bila ia jadi.
“Depresinya ya di mulai dari situ, dia maju dengan modal hutang ditambah jual aset, dengan keyakinan dia akan menang, begitu pemilu selesai, dia nggak terpilih, dari situlah jiwanya tergoncang dan depresi, karena sudah terbayang bagaiman nasibnya kedepan,” ucap Sarman, tukang becak yang mangkal di pasar Kendal.
Selain Faktor pembiayaan, adalah ketidak kemampuan dirinya mengukur elektabilitas dirinya, banyak yang beranggapan bahwa dirinya adalah orang baik, punya nama besar, banyak teman, banyak uang, dan yakin pasti akan menang.
“Ada juga Caleg yang mengandalkan data diatas kertas, setiap orang yang didata, di anggap pemilihnya,” terang Sulis penjual pete di bundaran Sukorejo sambil terkekeh-kekeh.
“Banyak Caleg yang menurut masyarakat tidak layak maju, tapi dengan pede dia maju, padahal kesehariannya dia itu penyebar hoax, mulut besar dan tukang janji palsu, begitu maju sebagai Caleg semua berubah, mereka jadi ramah, dermawan, perhatian dan lain-lain,” terang anton tukang parkir pasar Sukorejo.(Bersambung)
Penulis : A. Khozin.