Ini Tuntutan Warga Sibangor Kepada PT SMGP Terkait Pembukaan Sumur V 01 Yang Menyebabkan Keracunan Massal

MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM-Paska terjadinya peristiwa keracunan massal yang dialami oleh warga Sibanggor akibat dari aktivitas Pembukaan Sumur V 01 yang dilakukan oleh PT SMGP, sehingga mengakibatkan ratusan warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Panyabungan dan Rumah Sakit Permata Madina,tokoh masyarakat beserta aparatur Desa melaksanakan musyawarah terkait korban dan warga lainnya. Selasa (27/2/).

Seluruh tokoh masyarakat yang hadir dalam musyawarah tersebut bersama warga sepakat untuk melayangkan tuntutan kepada perusahaan panas bumi tersebut,berikut tuntutannya:

1. Pihak perusahaan SMGP harus bertanggung jawab atas kejadian ketika melakukan aktivitas pembukaan sumur,yang menyebabkan ratusan warga menjadi korban keracunan,serta mobilisasi pada umumnya.

2. Meminta kepada pihak PT. SMGP agar memberikan ganti rugi kepada masyarakat Desa Sibanggor Julu yang tidak bisa lagi bekerja akibat pembukaan sumur tersebut.

3. Pihak PT. SMGP bertanggung jawab sepenuhnya terkait trauma dan psikis yang dialami oleh warga.

4. Pihak PT. SMGP harus duduk bersama dengan para tokoh masyarakat,aparatur Desa dan masyarakat sebelum melaksanakan aktivitasnya kembali dengan kesepakatan yang mengikat.

Salah satu warga berinisial S yang ikut pada musyawarah itu mengatakan,aktivitas PT SMGP harus dihentikan sebelum ada tanggapan dan tanggungjawab dari pihak perusahaan.

“Kami menjadi trauma dengan peristiwa seperti ini,setiap pembukaan sumur dilakukan perusahaan itu,selalu ada warga yang mengalami keracunan sampai sampai dilarikan ke rumah sakit,dan kejadian ini berulang kali,yang terakhir ini ratusan,dan untuk diketahui banyak warga disini yang mengalami trauma berat,”ucapnya.

Seperti yang dilansir dari Wahana News.Co Bahwa hasil musyawarah bersama yang dilaksanakan bersama tokoh masyarakat, aparatur desa,dan masyarakat Sibanggor disimpulkan,jika pihak PT. SMGP tidak bertanggung jawab atas kejadian keracunan massal yang dialami oleh warga,maka mereka meminta agar seluruh aktivitas kegiatan dari perusahaan panas bumi tersebut itu untuk sementara harus dihentikan.

 

( H S )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *