JEPARA-RADARPOSNUSANTARA.COM- Kelangkaan gas lpg 3kg di pasaran membuat masyarakat resah, khususnya Para ibu ibu yang di buat bingung dan kesal atas kelangkaan gas lpg melon 3kg dari para agen maupun bakul (toko) khususnya di Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini seharusnya masyarakat dapat beribadah puasa dengan khusuk, tapi malah dibuat pusing atas kelangkaan gas melon tersebut dari peredaran, Selasa, (19/03/2024).
Hal ini tidak sebanding dengan statement pj Bupati jepara waktu mengunjungi Masyarakat di Desa bandungrejo kecamatan kaliyamatan,Minggu, (17/03/2024). “Hari ini pasokan dari Pertamina sudah mulai normal kembali. Hari ini ada 36 ribu tabung gas 3kg yang dikirim ke Jepara. Untuk itu masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan. Beli satu tabung saja tidak perlu panik,” kata Pj Buptai Jepara
Momen ini di manfaatkan Sejumlah penjual gas LPG di tingkat pedagang eceran dengan menaikan harga seenaknya, bahkan melebihi batas yang wajar.
Sangat memperhatinkan sekali karna bagi masyarakat di bulan Ramadhan yang penuh berkah dibuat kesulitan untuk membeli gas LPG subsidi, Dimana LPG 3kg tersebut salah satu kebutuhan konsumtif yang digunakan untuk memasak kebutuhan makan sahur atau berbuka.
Sebagian warga masyarakat Kabupaten Jepara sangat kebingungan untuk mendapatkan gas melon atau gas subsidi tiga kilo, dikarenakan selain sulit di beli gas melon juga memiliki harga yang selalu naik dan mahal melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Bahkan sebagian masyarakat rela mencari di toko yang sangat jauh letaknya dari rumah warga.
Masyarakat Kota Jepara, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, merasa tertekan oleh kenaikan harga gas elpiji yang tiba-tiba ini. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk membeli gas LPG.
Masyarakat pun tidak ada pilihan lain kecuali menunggu toko yang biasa menjual gas LPG subsidi tersebut, dan terpaksa membeli gas lpg melon dengan harga yang sangat mahal.
”Terpaksa tetap beli gas lpg 3kg (melon) karna buat masak untuk berbuka sama sahur, meskipun harganya sangat mahal melebihi biasanya” Ujar ibu paruh baya sambil menenteng gas lpg yang baru di belinya.
Masyarakat berharap kepada pemerintah situasi seperti ini bisa cepat teratasi, biar tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang berkelanjutan.
Red: Donie