KENDAL | RADARPOS NUSANTARA.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Andi Sulaiman mengadakan kunjungan kerja di Desa Turunrejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, Jumat 22/03/24.
Maksud dari Kunjungan tersebut selain ingin melihat langsung dampak yang ditimbulkan oleh banjir terhadap para petani, Mentan juga berkenan memberikan bantuan kepada para Gapoktan yang ada di desa Turunrejo, berupa mesin potong padi (combi), benih, pupuk, pompa dan traktor.
Sedangkan total bantuan dari Ditjen Tanaman pangan Kementrian pertanian RI untuk wilayah Kabupaten Kendal tahun 2024 senilai Rp. 3,67 miliar terdiri dari benih padi 5.603 hektar senilai Rp.,1,9 miliar, dan benih jagung untuk 2.970 hektar senilai Rp.1.77 miliar.
“Jumlah tersebut belum termasuk nilai traktor, Combi, pupuk dan pompa air, bila dihitung total sekitar 10 miliar,” ucap Dirjen Tanaman Pangan Suwandi kepada awak media ini.
Tidak hanya Gapoktan/petani saja yang dapat hibah peralatan dari Mentan, Kodim 0715/Kendal juga mendapat limpahan peralatan pertanian, berupa traktor dan pompa air, setelah salah satu Babinsa Serma Sumaji menyampaikan permohonan nya.
Di hadapan para pejabat dan para petani yang hadir, Mentan berpesan agar bantuan yang diberikan tersebut tidak boleh di kuasai oleh orang perorangan, bantuan harus dimanfaat kan tidak hanya para petani di desa Turunrejo, tapi juga para petani yang ada di lingkungan desa nya,
“Penggunaanya harus saling bergantian dan tidak boleh disewakan,” pesan Mentan Andi.
Sementara itu, Sekda Kendal Sugiono dalam sambutanya mengucapkan selamat datang kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Arman Andi Sulaiman beserta rombongan.
Selain itu, Sekda Sugiono juga mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mentan beserta jajarannya yang peduli terhadap para petani korban bencana banjir di Kabupaten Kendal.
Selanjutnya Sekda Sugiono melaporkan beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kendal diantaranya adalah melakukan upaya normalisasi sungai/irigasi, juga pompanisasi secara terus menerus serta berkordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka penanganan dampak bencana banjir.
“Mohon maaf bila Bapak Bupati tidak bisa hadir, karena beliau masih ada kegiatan di Jakarta,” tutup sekda.
Seperti yang terlihat dilokasi, sejauh mata memandang nampak padi siap panen yang terendam banjir,
“Kurang lebih ada 60 hektar luasan banjir yang melanda wilayah pertanian desa Turunrejo” terang Kades Hasyim Ahmad.
“Dari luas itu, ada sebagian padi yang sudah tukul, akibat terlalu lama terendam banjir,” kata H. Turmudzi salah satu ketua Gapoktan menambahi.
Menurut para petani, salah satu faktor penyebab sawah mereka sering terendam adalah, rusaknya irigasi dan dangkalnya sungai di hilir, sehingga ketika hujan turun, air tidak bisa mengalir keluar.
Nampak hadir pada acara tersebut, selain Mentan Arman Andi Sulaiman, terlihat Pangdam IV Diponegoro Mayjend Dedy Setyadi, Komandan Korem073/Makutatama, Forkopimda Kendal, Sestama BNPB, Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjend Fajar Setyawan, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Wadirut PIHC, WaAster Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Suharto, Sekda Kendal Sugiono, para Kepala OPD, Kades Turunrejo Ahmad Hasyim serta undangan lainnya dari lingkungan masyarakat petani setempat.(*)
Penulis : A. Khozin