Atas Prakarsa Dari Tim Protades, Deli Serdang Study Tiru Ke Blimbing Wuluh

KAB.PEKALONGAN,-RADAR POS NUSANTARA.COM – Kenapa dipilih desa Blimbingwuluh,Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan untuk disambangi rombongan pemerintah desa khususnya kaur keuangan se kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (11/9/24) bertempat di kantor desa Blimbingwuluh, tak lain dan tak bukan karena desa tersebut meraih penghargaan dalam sistem pengelolaan keuangan desa peringkat I dan dalam pembayaran pajak tepat waktu peringkat I se kalabupaten Pekalongan sehingga layak untuk jujugan atau study tiru dari pemerintah desa lain terutama rombongan dari Deli Serdang.

Hadir dalam acara tersebut Riyanto selaku Kades Blimbingwuluh beserta istri dan para perangkat desanya, Kabid PMD Kabupaten Pekalongan Novita Nurikhasari, SH, Irban Inspektorat Kabupaten Pekalongan Didi Hermanto, S.STP. MM, Camat Siwalan Tokha, S.IP dan pendiri Protades Juni Prayitno serta kurang lebih 130 tamu undangan dari kabupaten Deli Serdang.

Dari kesekian kalinya kegiatan diprakarsai oleh Portades yang dilaksanakan diberbagai daerah, yang mana Portades tersebut adalah software aplikasi berbasis web yang digunakan untuk restorasi digital arsip pemerintah desa bidang pertanahan khususnya Buku Letter C.

Bain, salah satu tamu undangan dari Deli Serdang merasa bangga dan sangat mengapresiasi pemerintah desa Blimbingwuluh yang telah membuat persiapan luar biasa dalam menerima kunjungan kami dan berharap mendapatkan bimbingan dan arahan – arahan seperti yang kami dengar bahwa wilayah kecamatan Siwalan mendapat apresiasi dari presiden Joko widodo, agar juga dapat ilmu yang kami terima dan serap serta diterapkan diwilayah Deli Serdang tentunya kedepan dapat bekerjasama dengan kabupaten Pekalongan terkhusus dari desa Blimbingwuluh itu sendiri kedepan kepala desa berserta staf dan BPD nya selalu diberi kejayaan dan dapat bersaing dengan wilayah desa – desa yang ada di Indonesia, “Ujar Bain.

Riyanto selaku kepala desa Blimbingwuluh mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah diberikan kesempatan untuk membagikan ilmu kepada saudara – saudara semua dari kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Sungguh kehormatan yang luar biasa dan mengapresiasi yang setinggi – tingginya kepada tim Portades yang telah memilih desa kami untuk study tiru sehingga rombongan dari pemerintah desa se Deli Serdang silaturahmi ke kami, “tambah Riyanto.

Prinsip awal dari sebuah kesuksesan itu dari dalam rumah tangga kita sendiri, impossible atau tidak akan pernah mungkin seorang kepala desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa (PKPKD) akan bisa menjalankan tugas dengan aturan yang ada tanpa didukung oleh perangkat desa, TPK, BPD serta masyarakatnya.
Semuanya bisa melihat bagaimana publikasi transparansi kami ketika sudah berubah tahun anggarannya, realisasi tahun depan pasti ada, kelihatannya sepele,namun infografis ini akan menunjukan kepada pihak luar khususnya kepada masyarakat, bahwa akuntabilitas, transparansi didesa perlu ditunjukkan dengan sebenar – benarnya, “papar Riyanto.

Sebagai pengalaman kami ketika dinamisnya sebuah aturan, kita merasakan bagaimana perubahan dari peraturan menteri keuangan (PMK) ketika kita dilanda covid-19, sampai dana desa terpotong sebesar Rp.10.465.350,- itupun karena regulasi aturan.dalam ha ini kami salah satu desa yang ada di kabupaten Pekalongan sering melakukan konsultasi baik lewat PMD maupun inspektorat.” Imbuh Riyanto.

Kalau soal program portades baik kita bahas disini kaitan tanah bengkok yang mana harus ada kekuatan hukumnya dan amanat dari perbup no.20 tahun 2021, maksimal 31 Desember 2021, tanah bengkok harus diserahkan kembali kepada pemerintah desa.
Luasan tanah bengkok ataupun aset kami ± 140 sekian petak, dalam APBDes jika perhitungan 1 petak tanah senilai Rp.3 juta dan semuanya hampir Rp.500 juta, semuaitu harus dibuat dalam instrument aturan main yang mengacu Permendagri no.1 tahun 2016 tentang aset desa.
Maka dengan hadirnya aplikasi Portades sangat membantu untuk pengurusan pertanahan, “papar Riyanto.

Dari Portades sendiri yang juga sebagai pendiri aplikasi tersebut Juni Prayitno menjelaskan dengan gamplang bahwa program ini khususnya desa Blimbingwuluh sudah dalam perencanaan di tahun 2023, sehingga tahun 2024 ini sudah melaksanakan dan menerapkannya.
Portades ini merupakan gerakan penyelamatan arsip pertanahan desa, kalau dijawa ada yang namanya buku letter C yang usianya sudah sangat tua sekali, sehingga masyarakat yang ingin mengurus tanahnya akan mengalami kesulitan karena harus satu persatu dibuka lewat letter C tersebut, “Ujar Juni.

Masih kata Juni, “Jadi intinya aplikasi Portades sangat mempermudah masyarakat dalam hal jual beli tanah, waris, hibah, pembuatan sertifikat dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Dan legal standingnya sudah masuk di top 45 inovasi,teruji,kompetisi pelayanan publik tingkat nasional tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementrian pendayagunaan aparatur negara, reformasi dan birokrasi, maka Portades ini mulai diminati dan tentunya dapat diadopsi didesa untuk mempermudah terkait pertanahan dan agar tidak terjadi tumpang tindih konflik pertanahan ditingkat desa, “terang Juni.
Dan rombongan dari Deli Serdang akan melanjutkan kegiatannya ke kabupaten Kendal.

(Ifan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *