Management Jepara Ourland Park (JOP) Buka Suara Terkait Postingan Warga Di Media Sosial Beberapa Hari Lalu

JEPARA-RADARPOSNUSANTARA.COM | Jepara Ourland Park (J.O.P) disebut juga Jateng Park 1 adalah taman wisata terpadu satu-satunya di Jawa Tengah yang termegah, di atas lahan 11Ha pinggir Pantai Mororejo Jepara dengan konsep Timur Tengah-Eropa-India. Siapapun yang berkunjung di Jepara Ourland park akan merasakan sensasi yang tidak ada duanya.

 

 Karena memiliki halaman yang luas dan fasilitas yang mewadai, J.O.P menjadi primadona dan incaran bagi para pengelola Event Organizer (EO) untuk menggelar Acara-acara konser akbar yang menampilkan artis-artis Kota, idola remaja muda hingga dewasa yang lagi nge-Hist saat ini.

 

 Contohnya kamaren pada hari Sabtu (18/01/2025) Malam. Salah satu EO sukses menggelar Konser musik bertajuk Dua Lima dengan bintang Tamu NDX AXA beserta artis ternama lainnya. Dari informasi yang beredar acara tersebut berhasil menggaet kurang lebih 15.000 penonton, dengan acuan tiket yang terjual. 

 

  Kemeriahan dan Suksenya acara tersebut tidak serta merta berjalan jalan mulus lancar begitu saja, tentu melalui proses yang panjang dan managerial sangat matang. Dengan persiapan yang matang begitupun terkadang ada hal-hal tidak terduga yang akhirnya menghambat laju sebuah proses. Cotohnya saat itu ada postingan salah satu warga di media yang megatakan “Tolong pengelola J.O.P, hargai orang yang mau beribadah, ada adzan maghrib kenapa musiknya gak berhenti, malah di kerasin” ugahan akun Rizky Berkah dilaman ISJ <Info Seputar Jepara>. Unggahan tersebut lalu mendapat respon cepat dari para netizen dengan berbagai komentar–komentar miring mengomentari postingan tersebut, saat pra maunpun paska kegiatan konser tersebut.

 

 Untuk mengetahui kronologi yang sebenarnya awak media radarposnusantara.com serta rekan media lainnya mencoba menghubungi dan menemui Manager pengelola Wahana Wisata Jepara Ourland Park (J.O.P) yakni bapak Andrean, untuk meminta informasi serta kronologi kenjadian yang sedang santer di perbicangkan oleh netizen dimedia sosial beberapa hari ini, pada Senin (21/01/2025) di kantornya.

 

 Saat ditanyai mengenai beredarnya komentar miring tersebut Andrean menyampaikan, Bahwa cek sound dan gladi bersih sudah dilakukan oleh para artis sejak siang dan bahkan tim Soundman sudah prepare sejak pagi. Namun dikarenakan ada anomali yang tidak diinginkan dan menghambat Schedule serta terbatasnya waktu perfome, akhirya disaat cek sound dengan artis terakhir tidak disengaja memasuki waktu adzan maghrib. ”Kalau soal cek sound sebenarnya bukan dimulai pas adzan maghrib tapi dari pagi sudah cek sound. Namun saat sore hari menjelang band pembuka ternyata ada kendala pada sound, setelah diperbaiki dan nyala berfungsi dengan normal, tidak disegaja memasuki waktu berkumandangnya adzan maghrib, gladi bersih dan cek sound tetap berlanjut, dikarena urgensi sebab terbatasnya waktu” papar Manager JOP.

 

Ditanyakan mengenai kabar miring tentang seringnya hal serupa yang terjadi saat ada Event di JOP, Andrean menyampaikan baru dua kali (2x). ” Seingat Saya hanya Dua kali (2x) cek sound pas berbarengan adzan magrb, itupun memang karena terpaksa dan Urgent. Kejadiannya awal tahun 2024 dan konser NDX Sabtu kemarin” imbuhnya.

 

 Menanggapi informasi terkait kabar miring paska konser yakni adanya kericuhan, Andrean menjelaskan bahwa pemicunya adalah karena parkir yang kurang teratur. ”Setelah kegiatan konser berakhir ada issue bahwa terjadi kericuhan, Kemungkinan penyebabnya adalah parkir yang kurang terarah dan teratur sehingga membuat para penonton kesulitan mendapatkan akses jalan untuk keluar. Mungkin karena pada membunyikan klakson sehingga membuat bebrapa orang, merasa terganggu dan tidak terima akhirnya terjadi selisih paham dan membuat suasana semakin ricuh. Padahal sebelumnya pihak Dinas terkait sudah melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi dengan warga, tentang tata cara pelaksanaan parkir yang benar,” ucap Andre

 

 Diakhir wawancara Andrean berharap kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa. ”Semoga kedepannya kejadian serupa jangan sampai terulang lagi. Perlu adanya kesadaran dan pengertian dari semua pihak sehingga kejadian yang tidak diharapkan bisa dihindari. Selain itu masyarakat dan juga netizen diharapkan lebih bijak lagi dalam berkomentar karena Jepara Ourland Park (JOP) bukan penyelenggara konser tersebut, hanya sebagai tempat pelaksanaan konser.” pungkasnya.

 

(Donie Jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *