Wakil Bupati Jepara Terpilih Resmi Menempati Rumah Dinas, Dengan Menjunjung Tinggi Sebuat Tradisi (Netepi Dino)

JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM | Wakil Bupati Jepara terpilih, Gus Hajar telah resmi menempati rumah dinas kawedanan yang berlokasi di Jalan Kartini, Jepara. Prosesi penempatan rumah dinas dilaksanakan dengan konsep menjunjung tinggi adat tradisi jawa pada Sabtu, (22/2/2025) malam.  

 

 Prosesi perpindahan, yang dikenal sebagai “boyongan,” dilaksanakan dengan mengikuti tradisi Jawa yang kental. Acara dihadiri oleh Ibu wakil Bupati terpilih, Mantan Bupati Jepara KH Marzuqi yakni ayahanda dari Gus Hajar beserta keluarga besar, turut pula para pejabat pemerintahan Kabupaten Jepara, serta tokoh-tokoh agama setempat. Rombongan tiba di rumah dinas sekitar pukul 18.30 WIB, setelah melaksanakan shalat Magrib.

 

 Kepindahan ini bersifat sementara, yang oleh Bapak Gus Hajar disebut sebagai “netepi dino,” guna memastikan kesiapan tempat tinggal. Rumah dinas masih memerlukan beberapa penyelesaian, terutama pada bagian kamar tidur.  

 

 Setelah dilantik di Istana Merdeka, Gus Hajar langsung kembali ke Jepara untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (PLH) Bupati, berbeda dengan Bupati terpilih yang mengikuti kegiatan retret di Magelang. Beliau berencana untuk menyusul ke Magelang pada tanggal 27/02/2025.

 

 Pada hari Senin, 24 Februari 2025, Gus Hajar akan memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara dan melakukan kunjungan silaturahmi ke beberapa kantor pelayanan publik untuk memperkenalkan diri. Beliau menegaskan kembali bahwa kepindahan ke rumah dinas ini bersifat sementara, hingga seluruh fasilitas rumah dinas siap digunakan sepenuhnya.

 

 Prosesi “boyongan” yang dijalankan dengan penuh adat istiadat Jawa ini bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, melainkan juga merupakan manifestasi dari pelestarian budaya lokal dan komitmen Gus Hajar dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Jepara dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. 

 

 Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pemimpin daerah lainnya dalam menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa.

 

 

(Donie jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *