MADINA SUMUT-RADARPOSNUSANTARA.COM-Mandailing Natal, Hal tersebut diungkapkan oleh Paisal Rizki kepada media ini, Rabu (12/03/25) sore. Dia menyebutkan, sebelum mereka di aniaya oleh para pelaku, terlebih dahulu salah seorang pelaku menelpon pria berinisial A Z, melalui video call Paisal pun disuruh meminta maaf kepada A Z. Ditelpon tersebut A Z memaafkan mereka, sembari berucap “tak apa apa itu sudah terjadi” terang Paisal menirukan ucapan A Z ditelpon.
Paisal pun meneruskan,selesai dirinya berbicara dengan A Z ditelpon kemudian si pelaku pun kembali berbicara dengan A Z menggunakan bahasa daerah, setelah selepas itu kami langsung dipukuli, seperti pada video yang sebelumnya beredar di media sosial.
“Kami disuruh minta maaf kepada A Z melalui video call, dan dia memaafkan, namun si pelaku kembali berbicara dengan A Z usai kami berbicara, selepas itu kami langsung dipukuli beramai ramai,”sebut Paisal.
Masih kata Paisal, dirinya beserta dua orang temannya tidak tau pasti apa yang di bicarakan pelaku dengan A Z, usai berbicara di telpon para pelaku mengeroyok mereka.
“Mungkin juga di suruh tokenya untuk memukuli kami. Yang jelas, usai berbicara ditelpon kami di keroyok,”ujarnya.
Paisal Riski berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku segera di tangkap dan diproses juga kepada toke tambang emas ilegal tersebut agar ditindak.
( H s )