KENDAL,RADAR POS NUSANTARA.COM- Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, secara resmi berdiri pada tahun 1830 masehi.
Awalnya, desa ini dirintis sebagai bagian dari aktivitas pelabuhan Keruk di muara sungai bodri yang menjadi pusat perdagangan gula, baik dari pabrik gula Puguh maupun Cepiring.
Seiring waktu, wilayah ini berkembang menjadi desa dengan pengelolaan yang lebih terstruktur.
Dengan demikian, Desa Pidodo Kulon terbentuk dari gabungan unsur pelabuhan, perdagangan gula, dan tanda alam pohon Pidodo yang menjadi penanda penting bagi pelaut.
Hal itu di sampaikan oleh kepala Desa Pidodo kulon Didik Setyawan disela-sela kegiatan Merthi desa tahun 2025, Selasa 22/07/25.
Dengan mengambil tema “Sayangi Desaku Demi Kemakmuran Desa” acara tersebut di gelar dengan tujuan untuk mengenang sejarah berdirinya desa Pidodo kulon.
Selain itu, acara ini di gelar sebagai ihtiyar “tolak balak” dari para petani terhadap serangan hama tikus dan burung pada lahan pertanian mereka.
“Sudah puluhan tahun pertanian di desa ini selalu diserang oleh hama tikus, burung dan hama lain nya, untuk itu, ruwatan/merthi desa ini diselenggarakan sebagai upaya menghilangkan hama tersebut,” tegas Kades Didik.
Kades Didik berharap, agar kedepan, masyarakat Desa Pidodo Kulon bisa mengenal lebih dalam tentang sejarah berdirinya desanya.
“Saya berharap agar masyarakat terutama para tokoh di desa ini, lebih mencintai desa Pidodo Kulon,” tutup Kades. (KZN)