JAKARTA, RADAR POS NUSANTARA.COM-Kasus beras oplosan yang semakin mengkhawatirkan kini menjadi perhatian besar pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyatakan bahwa pemerintah akan menggelar rapat lintas instansi pada Jumat, 25 Juli 2025 guna membahas penanganan komprehensif terhadap praktik kecurangan tersebut.
Langkah ini merupakan respon atas laporan yang menyebutkan bahwa praktik oplosan beras premium dan biasa telah merugikan masyarakat. Zulhas mengungkapkan, “Hari Jumat saya rapat itu,” dalam keterangan singkatnya. Rapat ini akan menjadi forum penting guna menyelaraskan langkah konkret antarinstansi.
Dalam setiap pernyataannya, Zulhas menegaskan pentingnya kerja sama antara seluruh pihak terkait. Ia menyebut bahwa Satgas Pangan, aparat penegak hukum, serta kementerian teknis akan dilibatkan dalam penanganan kasus beras oplosan. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam membongkar jaringan pelaku oplosan beras curang.
Prabowo Marah Besar: Beras Biasa Dijual Premium adalah Penipuan
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan kemarahannya atas praktik nakal pengusaha yang menjual beras curang. Dalam pidatonya di acara peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Prabowo menyebut bahwa beras biasa dijual sebagai beras premium dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi.
Beras biasa dibungkus, dikasih stempel beras premium dijual Rp5.000 di atas harga eceran tertinggi. Saudara-saudara ini kan penipuan ini adalah pidana,” kata Prabowo dalam pidato tersebut, Senin (21/7/2025). Kata-kata Presiden itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam menanggapi kejahatan pangan ini.
Prabowo meminta aparat penegak hukum seperti Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera menindak para pelaku pengoplosan beras oplosan. Ia menilai, ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. (Red)
Sumber By : M Sayib Pb
Husnudin