Dalam Rangka Peringati Hari Kemerdekaan, Sebanyak 81 Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Pelatihan Jurnalistik, Ny. Laila Saidah Witiarso: Tulislah Kebaikan Jepara

JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM | Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 81 pelajar SLTA dan mahasiswa telah mengikuti pelatihan jurnalistik di Rumah Literasi R.A. Kartini Jepara di Desa Bondo. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kartini Indonesia bekerjasama dengan Tim KKN XXI Unisnu Jepara ini dibuka oleh Bunda Literasi Kabupaten Jepara, Ny. Hj. Laila Saidah Witiarso Utomo, SH., M.Kn.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erna Ary Bachtiar, Bunda Literasi Kecamatan Bangsri Ny Efryanti Deby Nifandrian, Kabid Perpustakaan Diskarpus Dwi Agus Aandariyantgi, serta guru pembimbing dari berbagai SMA dan SMK. Pelatihan menghadirkan 3 narasumber yaitu Hadi Priyanto pegiat literasi, Amaliyatul Hidayah Rofiq Duta Bahasa Jawa Tengah dan Septiana Wibowo jurnalis dan penulis buku.

Pembukaan pelatihan ditandai juga dengan penyerahan empat buku kepada Bunda Literasi Kabupaten Jepara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara, dan Bunda Literasi Kecamatan Bangsri. Buku yang diserahkan adalah Mozaik Gagasan Kartini untuk Bangsanya, Kartini Penyulut Api Nasionalisme, Adipati Tjitrosomo dan kumpulan puisi Lenggang Kata karya Indria Mustika. Disamping itu dari tim KKN Unisnu juga menyerahkan bingkisan hasil makanan olahan masyarakat Bondo.

Bunda Literasi Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso Utomo, SH., M.Kn. dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelatihan jurnalistik tersebut. “Kegiatan ini adalah bagian penting dari gerakan kita untuk menghidupkan literasi di Jepara,: ujarnya

Menurut Laila Saidah Witiarso Utomo, literasi hari ini bukan hanya soal membaca dan menulis. Kita hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, kita harus mampu membaca dengan kritis, memeriksa fakta, memilah informasi, kemudian menyampaikannya dengan bertanggung jawab,” ungkapnya

Ia juga memberi nasehat kepada peserta, agar tidak hanyut dalam istilah “bad news is good news,” berita buruk sering kali lebih menarik dan bisa mengalahkan kebenaran. “ Jangan menulis dan jangan ikut menyebarkan berita atau informasi hanya karena lagi viral, yang belum tentu benar. Bahkan banyak berita viral yang merupakan kabar bohong. Karena itu periksa dulu faktanya,” ujarnya

Laila juga mengajak kepada peserta untuk menyusun tulisan yang memberikan nilai kabaikan dan manfaat kepada masyarakat, daerah dan bangsa.

“Saya ingin kemampuan literasi juga digunakan untuk membaca dan menulis Jepara karena Jepara memiliki banyak cerita. Mulai dari sejarah, ukir dan batik, desa-desa kita, tradisi, UMKM, pariwisata, anak-anak muda yang berkarya. Bacalah Jepara, kenali Jepara dan kemudian ceritakan Jepara melalui tulisan kalian. Jangan sampai orang lain lebih banyak bercerita tentang Jepara, daripada anak-anak Jepara sendiri,” pinta Laila

Ia juga mengungkapkan, media sosial juga bisa menjadi ruang literasi. Karena itu gunakan untuk menambah ilmu, membuat karya, menyebarkan informasi yang benar, dan mengenalkan sisi baik Jepara kepada lebih banyak orang. “Semangat inilah yang juga kita bangun melalui Bunda Literasi Goes to BULAN (Rabu Literasi Anak). Program ini mendorong kebiasaan membaca 15–30 menit
setiap hari Rabu, dengan kegiatan yang menyenangkan, termasuk membaca, berbagi cerita, resensi, dan Pojok Baca. Melalui literasi, kita harapkan bisa menjadi cahaya pengetahuan yang menerangi pikiran dan membuka masa depan anak-anak kita.

Bunda Literasi Jepara juga berpesan kepada peserta, untuk berkarya melalui tukisan. Jangan takut menulis jika tulisan pertama kalian belum sempurna. Yang penting mulai menulis. Karena tulisan yang tidak pernah dibuat tidak akan pernah menjadi karya.

“Saya yakin, dari seluruh peserta yang hadir, akan ada cerita-cerita Jepara yang suatu hari dibaca jauh melampaui tempat kita berdiri sekarang. Terus membaca, terus menulis, dan terus berkarya, karena Jepara punya banyak cerita. Dan saya ingin, anak-anak Jepara sendiri yang menceritakannya melalui tulisan. “Saya mendukung rencana penerbitan buku antologi karya pelajar dan mahasiswa yang berisi kebaikan masyarakat dan daerah Jepara,” pungkasnya

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Erna Ary Bachtiar berharap agar peserta pelatihan dapat menjadi generasi muda yang aktif menjaga NKRI dengan kreativitas dan karya. “Agar dapat menghasilkan karya kalian harus cerdas dan berseia terus belajar. Bukan hanya cerdas intelektual saja namun juga cerdas mengatur dan mengelola waktu,” ujarnya

Ia juga berpesan pelajar dan mahasiswa harus aktif mengikuti kegiatan positif, diantaranya kegiatan literasi. “Literasi bukan hanya baca, tulis. hitung saja tapi juga mampu menangkap informasi dan mengolahnya dengan kemampuan berpikir secara kritis,” tegas Ny Erna Ary Bachtiar

Sementara Sekretaris Umum Yayasan Kartini Indonesia Indria Mustika, S.Pd, M.Pd dalam laporannya menjelaskan , pelatihan jurnalistik ini ditujukan untuk menumbuhkan minat pelajar dan mahasiswa untuk menulis. “Harapan kami kedepan, ada buku yang ditulis oleh pelajar dan mahasiswa Jepara yang berisi bunga rampai kehebatan Jepara,” ujarnya

 

(Donie Jpr)