KENDAL – RADARPOSNUSANTARA.COM–Gelombang kekecewaan terhadap pemblokiran rekening milik salah satu aktivis Pati, Mas Botok, kian merembet hingga ke Kabupaten Kendal. Sebagai bentuk protes keras dan aksi solidaritas antar-gerakan rakyat, Ketua Umum DPP LSM Rajekwesi, Agus Purnomo, nekad melakukan pemotongan kartu ATM Bank Mandiri secara terbuka di depan Markas Besar (Mabes) DPP LSM Rajekwesi, Kendal, Rabu (26/8/2026).
Aksi simbolis pemotongan kartu ATM ini viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Langkah tegas ini diambil sebagai cermin dukungan penuh LSM Rajekwesi terhadap gerakan rakyat Pati yang menyerukan aksi boikot terhadap perbankan terkait.
Di hadapan para anggotanya, Agus Purnomo menegaskan bahwa pemblokiran rekening milik Mas Botok oleh pihak Bank Mandiri terkesan tidak transparan dan sewenang-wenang.
”Pemotongan kartu Bank Mandiri ini adalah bentuk apresiasi dan solidaritas kami untuk perjuangan teman kita, Mas Botok di Pati. Saya sangat menyayangkan tindakan pemblokiran yang dilakukan tanpa transparansi ini. Kecuali jika Mas Botok seorang koruptor atau menjalankan bisnis haram, baru pemblokiran itu pantas dilakukan,” tegas Agus Purnomo dengan nada geram usai memotong kartu ATM miliknya.
Agus menilai, tindakan sepihak dari lembaga perbankan terhadap aktivis maupun warga sipil tanpa alasan hukum yang jelas dan terbuka dapat menciderai rasa keadilan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya tidak ragu untuk menyerukan aksi serupa kepada seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap keadilan.
Aksi pemotongan kartu ATM ini menjadi sinyal kuat bahwa gerakan kemanusiaan dan solidaritas di Jawa Tengah terus menguat. Hingga berita ini diturunkan, unggahan aksi protes tersebut terus menuai ribuan tanggapan dari netizen yang turut mempertanyakan kejelasan serta prosedur pemblokiran rekening yang dinilai mendadak tersebut.
( Tim )