Jepara Kite Festival 2026, Berhasil Hiasi Langit Pantai Bandengan Dengan Berbagai Jenis Layang-Layang Raksasa

JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM | Langit biru di atas Pantai Bandengan, Jepara, berubah menjadi panggung raksasa bagi puluhan layang-layang berukuran jumbo, Sabtu (3/10/2026). Beragam bentuk, warna dan motif tradisional menari mengikuti hembusan angin laut, sementara para joki dari berbagai daerah berjibaku menjaga layang-layang tetap stabil di udara.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama “Jepara Kite Festival 2026” yang digelar di kawasan Pantai Bandengan, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026). Sebanyak 50 pelayang dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam festival yang memadukan hobi, kreativitas, seni dan budaya tersebut.

Para peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari kabupaten/kota di wilayah Muria Raya, Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta.

Layang-layang yang diterbangkan tidak sekadar berukuran besar. Masing-masing peserta membawa karya dengan bentuk, motif dan karakter berbeda. Sejumlah layang-layang bahkan mengangkat cerita mengenai keanekaragaman budaya daerah asal maupun identitas lokal Jepara.

Di tengah hembusan angin pantai yang cukup kencang, para joki harus memiliki keterampilan untuk mengendalikan layang-layang. Tarikan tali, arah angin dan keseimbangan menjadi faktor penting agar layangan tetap mengudara

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Edy Marwoto, mengatakan festival tahun ini berlangsung meriah dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah.

Menurutnya, setiap peserta membawa jenis layang-layang dengan konsep dan karakter berbeda. Tidak hanya menonjolkan bentuk serta warna, sejumlah karya juga mengangkat motif tradisional. Beberapa di antaranya menggunakan motif merak’an, aritan, olan-olan dan petekan, serta berbagai motif tradisional lainnya.

Sejumlah layang-layang juga membawa tema yang berkaitan dengan kekayaan alam dan sejarah Jepara. Di antaranya biota laut, Ratu Kalinyamat, Ratu Bandengan, serta berbagai cerita dan identitas lokal lainnya.

Kehadiran beragam tema tersebut membuat festival tidak hanya menjadi pertunjukan visual, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dan wisatawan.

Rangkaian Jepara Kite Festival 2026 sebelumnya diawali dengan “open ceremony” berupa konser musik gratis di Street Music Alun-Alun 1 Jepara. Dan ditutup oleh Kepala Disparbud Kabupaten Jepara dengan menyerahkan Layang-layang secara simbolis kepada perwakilan Musium Layang-layang indonesia diatas panggung kehormatan di Lapangan Pantai Bandengan Jepara. Minggu, (4/10/12)

Dalam sambutannya kepala Disparbud Kabupaten Jepara, Edy Marwoto berharap kegiatan tersebut dapat ikut meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Bandengan maupun destinasi wisata lain di Kabupaten Jepara.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan promosi wisata. Sekaligus menunjukkan bahwa ada tradisi dan budaya yang terus diangkat berdasarkan hobi,” katanya.

 

(Donie jpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *