KENDAL-RADARPOSNUSANTARA.COM- Pembangunan pasar desa Brangsong dengan anggaran Rp3.105 miliar yang bersumber dari dana APBdes dan swadaya para pedagang diharapkan beberapa bulan Kedepan sudah bisa di tempati.
Namun di lokasi pembangunan, tidak nampak adanya Fasilitas Hydrant, hal itu dikeluhkan oleh para pedagang maupun Masyarakat dilingkungan pasar tersebut, mengingat lokasi pasar berada dikawasan padat penduduk.
“Dengan tidak adanya Fasilitas Hydrant, akan menyulitkan pemadaman bila terjadi kebakaran,” kata salah satu pedagang.
“Selain itu, bangunan nampak pengap dan kurang adanya sirkulasi udara, bahkan bila cuaca mendung akan terlihat redup karena tidak dipasang genteng kaca,” tambahnya.
Pasar yang dibangun dengan system anggaran Multy Years tersebut diharapkan mampu menampung 156 pedagang serta meningkatkan perekonomian para pedagang.
Terkait dengan Belum terpasangnya hydrant tersebut mendapatkan sorotan dari Sekda Kendal Sugiyono, Ia meminta pihak Desa maupun pemborong bisa segera memasang Hydrant dan fasilitas lainya terlebih dahulu. Sebab mengacu pada pengalaman dilapangan, banyak pasar yang terbakar, tidak bisa terselamatkan akibat tidak ada hydrant.
Selain Hydran, yang tidak kalah pentingnya adalah Akses menuju ke pasar, harus disediakan jalan darurat yang bisa dilalui Damkar masuk ke lokasi pasar.
“Bila tidak ada akses jalan yang bisa dilalui, akan memperlambat pemadaman yang dilakukan petugas,” tegas Sekda.
“Seperti Pasar Sidorejo, Pasar Weleri pasar Kaliwungu Dan pasar-pasar lainya, ketika terjadi musibah kebakaran tidak bisa segera diatasi sebab tidak ada hydrant di lingkungan pasar, sehingga pasar yang terbakar akan cepat ludes,” terang pak Gik, biasa dia dipanggil.
“Nanti dari Damkar, BPBD akan melakukan pengawasan dan pengecekan, semua fasilitas sudah terpasang dengan komplit apa belum, bila belum, maka tidak boleh ditempati” pinta Sekda.
Apa yang di tegaskan oleh Sekda Sugiono ini bukanya tanpa sebab, pasalnya setiap kebakaran di pasar tidak bisa segera teratasi karena tidak adanya Hydrant dilokasi.
“Ada terpasang Hydrant, tapi tidak berfungsi, ya sama saja tidak ada,” ucap Sekda dengan jengkel.
Belum terpasangnya Hydrant tersebut di akui oleh Kepala desa Brangsong, Moh Asnawi, pihaknya berdalih karena didalam gambar tidak ada hydrant dan genting kaca.
“Nanti akan kita anggarkan tahun depan,” janji Asnawi, Sabtu 2/09/23.
Selain fasilitas diatas, Asnawi juga berjanji di dalam lokasi pasar akan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang bisa digunakan saat api muncul pertama kalinya.
Pewarta : Khozin