Buntut Pelayanan Anak Buah, Kepala Puskesmas Pegandon Siap Dan Iklas Dicopot Dari Jabatan Kapus

 

KENDAL-RADARPOSNUSANTARA.COM-Perpindahan jabatan sebagai Kepala Puskesmas dikarenakan bukan Promosi, tapi di copot oleh atasannya memang meninggalkan luka yang mendalam dan rasa malu serta trauma berkepanjangan, memori peristiwa itu akan sangat sulit dilupakan.

Apalagi kesalahan itu bukan diakibatkan oleh dirinya sendiri, tapi disebabkan oleh kesalahan anak buahnya.

Sudah seharusnya seorang pemimpin itu mengambil alih kesalahan anak buahnya, sebagai bentuk tanggung jawab, bila pemimpin benar, maka anak buahnya pun akan benar, begitu sebaliknya, meskipun dalam kasus tertentu hal itu tidak berlaku.

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya kelak,” kata Kyai Anwar Zahid.

Seperti yang dialami oleh dr. Istiroh Kepala Puskesman Pegandon yang terpaksa harus merelakan jabatanya karena dicopot oleh Kepala Dinas Kesehatan Kendal (DKK)

Pencopotan itu disebabkan karena staf pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) menolak pasien yang pembayarannya menggunakan Kartu BPJS – PBI/KIS, alasanya karena pasien berobat sudah diluar jam kerja.

Akibat sikapnya itu, Kemudian DKK di gruduk oleh Koalisi LSM dan Ormas Kendal, diantara salah satu tuntutanya adalah minta Kepala Puskesmas Pegandon di rotasi alias dicopot.

Permintaan itu langsung disampaikan Haryono dari LSM GNPK, pihaknya meminta dr. Istiroh tidak boleh bertugas lagi diwilayah Kecamatan Pegandon.

“Silahkan mau ditempatkan dimana, itu kewenangan Dinas, asal jangan di wilayah Kecamatan Pegandon,” desak Haryono kepada Kepala DKK dan Sekdin.

Kepada Awak media ini, dr istiroh mengaku siap, dan Ihlas, apalagi sebagai seorang ASN, dirinya siap mendapat hukuman, meskipun nanti setelah dilakukan penyelidikan ternyata kesalahan tidak mutlak dipimpinan

“Itu urusan nanti,” ujarnya.

“Tidak ada seorang pemimpin yang mengajarkan anak buahnya tidak baik, lebih-lebih saya harus mengelola staf 98 orang,” terangnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas ( sekdin) Gus Parno usai pertemuan kepada awak media ini menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada rekan lembaga yang telah hadir di DKK dan memberi masukan, pihaknya juga sangat mengapresied,

“Bila tidak karena rekan-rekan mengadakan Audensi ini, maka kami tidak tau kalau dibawah ada persoalan.

“Dan kami akan mengkongkritkan dan memfollow Up, i atas masukan dan usulan-usulan dari rekan-rekan lembaga,” imbuhnya.

“Karena Puskesmas itu dibawah pengawasan Dinas” terang Gus Parno.

Ditambahkan Gus Parno, bahwa pihak Dinkes sebetulnya sudah bergerak cepat, begitu ada kabar tersebut kami langsung mengumpulkan 30 Kepala Puskesmas dan Kepala Tata Usaha (TU) guna melakukan pembinaan.

“Pada prinsipnya bagaimana kita bisa melakukan perbaikan pelayanan untuk mewujudkan kesehatan prima,” papar Sekdin.

“Base nya adalah harus mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kendal,” tutup Gus Parno.

 

Pewarta : A Khozin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *