Disporapar Gelar Pembinaan Karakter Lewat Advokasi Partisipasi Dan Pengembangan Kepribadian Pemuda

KENDAL,RADARPOSNUSANTARA.COM – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal gelar pembinaan Karakter melalui advokasi Partisipasi dan Pengembangan Kepribadian Pemuda Menuju Kendal Handal tahun 2023 di ruang Komisi DPRD Kendal, Jum’at 21/10/23.

Hadir sebagai Pemateri H. Rubiyanto ST, dengan peserta para pemuda pemudi yang didatangkan dari berbagai desa yang ada di Kendal.

Dalam penjelasanya, Rubiyanto mengatakan bahwa maksud dan tujuan diadakannya pembinaan ini adalah untuk membentuk karakter pemuda di Kabupaten Kendal.

“Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa inovatif, dan visioner serta mampu memahami pengetahuan dan teknologi guna bersaing di era 4.0,” terang Pak Totok biasa dia dipanggil.

Ditambahkan oleh Rubiyanto, sebagai generasi penerus bangsa, pemuda memiliki peran yang penting dalam “Agent of Change” dan ”Agent of Control” dengan faktor tersebut diharapkan pemuda dapat memberikan solusi dan merespon gejala sosial yang dirasa tidak sesuai dengan perkembangan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Sebagai tolok ukur terjadi perubahan karakter apa tidak ditengah masyarakat, menurut Rubiyanto bisa dilihat dari budaya (kebiasaan) yang selama ini biasa kita lihat, bila sonjo, layat, tilik dan aweh masih dilakukan ditengah masyarakat, maka proses perubahan karakter masih aman.

“Kebiasaan tersebut juga dapat menumbuhkan empati, solidaritas, kasih sayang serta kepedulian terhadap orang lain, tak jarang pula, dalam proses sonjo, tilik dan seterusnya itu bisa terjadi kesepakatan muamalah seperti jual beli, sewa-menyewa, hutang-piutang, dan pinjam-meminjam, hal itu tentu bisa memperkuat ikatan emosional antar individu atau kelompok masyarakat yang sonjo dan disanjani,” ucap Legislator dari Fraksi PKS kepada awak media ini.

Rubiyanto juga mengingatkan kepada kaum muda, agar terus menjaga karakter dan budaya bangsa yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita, apalagi sebagai orang Jawa harus punya sifat unggah-ungguh, andap Ansor, lan mituhu yang harus terus dipegang.

“Selain diatas, gotong royong dan silaturahmi itu juga merupakan cermin dari pendidikan karakter Bangsa,” terang totok.

Totok juga mengingatkan agar didalam berkomunikasi pada lingkup keluarga, hendaknya tetap menggunakan bahasa jawa kromo inggil, karena penggunaan bahasa tersebut sebagai cermin dari adab, pribadi, drajat dan keluhuran budi pekerti seseorang.

“Sebaiknya bahasa Indonesia dipakai pada forum-forum resmi saja,” tutupnya.

Penulis : A. Khozin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *