Persada di Duga “Nglungani” Pengukuhan Forsekdes Kabupaten Kendal Dengan Dalih Studi Banding Desa Wisata

KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Tidak bisa disembunyikan lagi, kalau Forum Sekertaris Desa (forsekdes) Kabupaten Kendal terbelah menjadi 2 (dua) kubu yaitu, kubu Forsekdes dengan ketua baru Moch Rifqi Rosada, dan kubu tandingan bernama Persada (persatuan sekertaris desa) pimpinan Budi Ristanto.

Terbelahnya organisasi Forsekdesi ini imbas dari kekalahan Budi Ristanto pada Musyawarah Daerah (Musda) yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2023 di gedung Paripurna DPRD Kendal.

Akibat kekalahan tersebut kemudian Budi Ristanto beserta kawan-kawannya membentuk Persada (persatuan Sekertaris Desa), keberadaan Persada ini diakuinya hanya sebagai group wa saja, tempat dimana para sekertaris desa guyon.

“Persada itu kan hanya group wa guyon saja, tempat temen-temen posting sesuatu tanpa dihapus admin, jadi bukan organisasi,” terang Budi saat awak media ini menghubunginya by phone

Namun faktanya, pada saat pengukuhan Forsekdes pada hari Rabu tanggal 22 November 2023, ratusan anggota Persada memilih tidak hadir, dengan dalih sedang mengadakan kegiatan studi banding desa wisata ke Magelang dan Jogja.

“Parahnya lagi, kegiatan tersebut pemberangkatannya dilakukan oleh wakil Bupati, sehingga kesan yang muncul, Wakil bupati merestui perpecahan ini,” kata salah satu sekdes yang tidak mau disebutkan namanya.

Ketidak hadiran anggota Persada ini kemudian mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari Bupati Dico, Ketua PPDI Muhlisin, Ketua Forsekdes terlantik, Ketua Tim Pengukuhan dan Sekjen Forsekdes Kabupaten Kendal serta dari aktifis Kendal.

Mereka rata-rata menyayangkan terjadinya perpecahan tersebut, apalagi sekertaris desa itu merupakan jabatan publik yang sosoknya menjadi tauladan bagi masyarakat, tetapi kenyataannya mereka nampak belum dewasa dan matang dalam berdemokrasi, menang kalah itu adalah hal yang biasa, yang kalah harus legowo dan yang menang jangan jumawa.

“Mereka malah kayak anak-anak kecil, pada mutung, dan ini akan dilihat oleh masyarakat dan generasi muda Kedepan sebagai tauladan yang buruk,” tegas Salah satu Sekdes yang namanya minta dirahasiakan.

Pewarta : A Khozin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *