MADINA SUMUT -RADARPOSNUSANTARA.COM-Kisruhnya terkait seleksi PPPK para guru honorer di Madina kini merasa lega karena hasil rapat dengar pendapat ( RDP ) memutuskan dan mengeluarkan surat rekomendasi terhadap Bupati Madina.
Dalam rekomendasi yang di keluarkan dan di setujui fraksi fraksi surat No.175/635/DPRD / 2023 yang di tanda tangani Ketua dan anggota fraksi DPRD Madina.
Hari kedua unjuk rasa ratusan guru honorer yang dinyatakan kalah dalam seleksi PPPK di Madina mendapat respon positif dari DPRD Madina.
Mereka dihadirkan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Madina dengan Dinas Pendidikan, BKD Madina, dan Dinas Kesehatan Madina.RDP itu dipimpin langsung ketua DPRD Madina H.Erwin Efendi Lubis,SH.
RDP yang berlangsung alot dan sesekali menghangat itu berakhir pada pukul 15.47 wib dengan kesepakatan DPRD Madina akan mengeluarkan surat rekomendasi ke Pemkab Madina memintak pembatalan SKT, dan menjadikan hasil ujian CAT sebagai dasar penetapan pemenang seleksi.
Ketua DPRD Madina dalam pendapat akhirnya sebelum menutup rapat,mengatakan bahwa sesuai kewenangan DPRD ,maka langkah mengeluarkan rekomendasi dimaksud akan segera dikeluarkan lembaganya.
Pantauan selama berlangsungnya rapat, banyak kejanggalan yang terungkap ke publik.diantaranya ketidak profesional an pihak Dinas Pendidikan dan BKD Madina dalam melaksanakan apa yang menurut mereka disebut dengan SKT sehingga terbukti sangat merugikan orang lain.
Selain itu terungkap juga ke publik kalau ada yang mall administrasi,bahkan disebut sebut juga ada honor siluman yang dinyatakan lulus dalam seleksi PPPK Madina.
Baik kadis pendidikan Madina maupun kepala BKD Madina masing masing Dollar Hafriyanto dan Abdul Hamid nyaris tak berkutik dijejal pertanyaan oleh sejumlah anggota dewan diantaranya Sobir Lubis,SH. Erwin Efendi Lubis,SH, DRA.Hj.Eli Hartati, Zubaidah ,S.Sos, H.Nis’ad Sidik, H.Maraganti Batubara,SE.dan lainnya.
Situasi sesekali memanas ketika terdengar sorakan dari pihak guru honorer yang korban akibat kebijakan tidak profesional itu.
Terlihat wajah wajah sumringah dan secercah senyum dingin diwajah para guru honorer usai rapat ditutup.
Latif Lubis Sudah Sampai di Gedung KPK,
Sementara itu Abdul Latif Lubis atau di akrap disapa Latif Lubis dalam statusnya yang dibagikan di laman FB, menyatakan kalau dirinya sudah sampai di gedung anti rasuah KPK di Jakarta.
Perjalanannya ke ibukota negara ini sebagaimana dijelaskannya sebelumnya adalah dalam rangka mencari keadilan bagi ratusan guru honorer di Madina yang menurut dia merupakan korban ketidak Adilan akibat kebijakan tidak profesional.
Seperti diketahui, sebelumnya Kamis Latif Lubis juga telah mendatangi kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta guna menyampaikan laporan pengaduan terkait kisruh penerimaan PPPK di Madina.
Pewarta : Henri H