KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaliwungu yang dianggarkan lewat APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2023 sebesar 3,7 miliar tersebut, ternyata masih menyisakan kekecewaan bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat, bahkan Bupati Dico Ganinduto juga mengutarakan kekecewaan saat meninjau lokasi.
Kekecewaan masyarakat tidak hanya masalah design bangunan dan Hasil Akhirnya, tapi juga peruntukannya.
“Masak bangun RTH, tetapi isinya hanya beton, panasnya “ngungkuli oro-oro Maksar,” kata Jatmiko warga Mangkang.
Sangking kecewa nya, Bupati sampai memerintahkan kepada kontraktor untuk segera memperbaiki dengan memberi waktu 14 hari.
Baru saja reda, saat ini pihak pengelola membuat ulah lagi, dengan memportal dan pasang pos parkir akses masuk ke RTH, menurut Dishub saat di konfirmasi yang mengelola DLH.
“DLH kok nggak Kapok ya bikin program kontroversial,” Selalu dapat sorotan masyarakat terkait RTH ucap salah satu aktivis Kendal
Pemasangan Portal DLH ditanggapi kemarahan oleh akun Fb yang bernama Asfi Hani, dia memosting di Group Fb KKDP, di group itu dia mencurahkan kemarahannya terkait hasil akhir proyek tersebut.
“Model OPO kwi kontraktore koyo Taek, rak gablek kerjo blas,” tulisnya di akun nya.
Selain kemarahan, dia juga menggugat tentang anggaran yang digunakan untuk membangun
RTH, menurutnya, bangunan publik yang anggarannya memakai uang rakyat, tentu tidak seharusnya diminta membayar saat masuk.
“Eleng bos yang dibuat untuk bangun itu uang rakyat, kok iso-isone Kon bayar saat masuk alun-alun Kaliwungu,” tulis Asfi
Asfi Hani juga mengingatkan agar pihak pengelola untuk hati-hati jangan sampai rakyat hilang kesabarannya dengan bertindak sendiri.
“Ati-ati bos, jangan sampai rakyat bertindak sendiri,” tegasnya ( bersambung)
Pewarta : A Khozin