KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Usai di umumkan nya para pemenang peserta kontestasi politik di Pemilu serentak tahun 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Kabupaten Kendal belum ada Caleg gagal atau tim suksesnya yang masuk ke RSUD Dr. Soewondo guna berobat.
Hal itu disampaikan oleh dokter Affandi selaku manager pelayanan pasien RSUD Kendal saat menjawab pertanyaan awak media ini via WA, Selasa 20/03/24.
Menurut dokter Affandi biasanya mereka datang berobat setelah pengumuman resmi dari KPU (tanggal 20/03/24) diagnosanya kebanyakan depresi atau skizofrenia.
Di jelaskan oleh dr. Affandi bahwa depresi atau gangguan depresi mayor adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi perasaan, cara berpikir dan cara bertindak seseorang.
Gejala depresi pada seseorang yang paling umum adalah merasa sedih dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan.
Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik.
Efek depresi dapat berlangsung lama atau bahkan berulang dan mampu memengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya itu, gangguan kesehatan ini juga dapat memburuk dan bertahan lebih lama bila tak mendapatkan penanganan.
Bahkan menurut dokter Affandi, tidak hanya depresi saja, kadang bisa menjurus ke skizofrenia yaitu gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal.
Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang panca indra).
Di tempat lain, tanggapan sinis justru disampaikan oleh salah satu tim sukses dari Dapil 1 salah satu partai, Joko, ia mengaku sangat stres, malu dan tertekan jiwanya, akibat dibohongi oleh Caleg yang didukungnya
“Bagaimana tidak stres mas, suruh berkerja mendata para pemilih, sampai hari H nya dia tidak “gablek” duwit, (nggak punya uang), akhirnya kami para tim suksesnya yang jadi bulan-bulanan pemilih yang di data,” ucapnya sambil emosi.
“Di hadapan tim suksesnya, oknum Caleg tersebut mengaku kalau uang beaya kampanye nya dan honor tim suksesnya sudah diserahkan kepada seorang laki-laki yang selama ini di aku sebagai suaminya, namun faktanya, uang itu tidak diberikan. Janji-janjinya setinggi langit, sedalam lautan, faktanya mlarat,” ucapnya.
Berdasarkan pengalaman para Caleg gagal sebelumnya, saat ini mereka (Caleg gagal) memang belum merasakan dampak ekonomi, moral, dan trush, karena mereka masih euforia angan-angan menjadi wakil rakyat.
“Nanti setelah 3 bulan kedepan, depresi itu akan mulai dirasakan, saat bank mulai mengejarnya, pinjaman uang ke saudara, tetangga, teman mulai di tagih, sementara mereka belum punya gambaran, akan dari mana bisa mendapatkan uang untuk di kembalikan,” bebernya.
“Di saat itu skizofrenia akan terjadi, bila iman nya tidak tebal,” pungkas Tugi warga babatan.
Penulis : A. Khozin