KENDAL | RADARPOSNUSANTARA. COM – Kegemparan soal gas melon 3 kg melanda dunia Medsos, salah satunya di group face book Liputan Kendal Terkini ( LKT ).
Di dalam group tersebut ada akun yang bernama Dinda Faismaul Roufiyati yang menawarkan satu tabung gas 3 kg seharga 70 ribu.
Di postingannya, ia mengaku mempunya tabung gas melon 3 kg sebanyak 60 buah, dan dia menawarkan kepada siapa saja yang membutuhkan untuk datang ke rumahnya,
“Lokasi sebelah Balaidesa Sedayu Gemuh, Monggo,” tulisnya.
Dampak dari postingan tersebut, mengakibatkan pemerintah Daerah Khususnya Bupati Kendal Dico Ganinduto di bully oleh netizen yang notabene adalah rakyat Kabupaten Kendal sendiri, netizen menganggap Pemda tidak mampu mengatasi dan mengawasi pendistribusian nya, sehingga terjadi kelangkaan gas di tengah masyarakat.
“Yang terhormat Bapak Dico, kami rakyat kecil, coba pak Bupati blusukan ke Desa-desa, semua pada nyari gas melon, kalau sidaknya hanya di agen atau di depo, ya barangnya ada, tapi kok tidak di distribusikan ke masyarakat, masyarakat bingung kesana kesini semua zonk, kalau ada harganya sampai 50 ribu per tabung,” tulis akun Budi Bayu.
“Agen gas hanya melayani pelanggan alias pengecer, kepada masyarakat umum yang mau beli, alasan mereka pasti barang tidak ada atau habis,” tulis netizen yang lain Joe T.
Atas postingan yang membuat kegaduhan itu, awak media ini mencoba mengirimkan Sekrinsut Akun tersebut ke pihak-pihak terkait, seperti Bupati Kendal Dico Ganinduto, WakaPolres Kendal, Kompol Edy Sutrisno, dan Kapolsek Gemuh IPTU Fendi serta Kanit Reskrim Polsek Gemuh IPDA H. Parno.
Bahkan Wakapolres langsung memerintahkan awak media ini untuk meneruskan sekrinsut tersebut ke Kapolsek Gemuh untuk ditindak lanjuti.
“Tidak ada urusan, apakah anggota sedang nge-pam apa tidak, segera untuk ditindak lanjuti, bila mereka tidak menindak lanjuti, silahkan nanti telpon ke saya lagi,” Perintah WakaPolres.
Menerima perintah langsung dari WakaPolres, Kemudian Kapolsek Gemuh IPTU Fendi beserta Kanit Reskrim IPDA H. Parno langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan di dalam akun Dinda Faismaul Roufiyati yaitu di sebelah Balaidesa Sedayu Gemuh, namun usai di cek ternyata lokasi yang disebut tidak ada toko atau rumah.
“Mas setelah di cek sebelah balaidesa Sedayu tidak ada toko adanya lapangan sama sawah,” tegas Kapolsek IPTU Fendi.
“Itu berarti akun Fake,” imbuh Kapolsek yang ramah dengan para awak media ini.
Sementara itu, Bupati Dico Ganinduto juga akan segera menindak lanjuti tentang keberadaan akun yang bikin gaduh tersebut.
“Enggih” jawab Bupati saat mendapatkan laporan terkait akun itu
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, bahwa setelah dilakukan pemantauan langsung oleh Bupati, Sekda, Pertamina, Disdag Kendal, ke SPBE, Agen, Pangkalan dan pengecer diperoleh keterangan bahwa stock untuk tabung gas melon 3 kg di seluruh wilayah Kabupaten Kendal dinyatakan aman/normal dengan harga 16 ribu.
Bahkan dalam menghadapi lebaran 2024 ini, pasokan untuk wilayah Kabupaten Kendal bukanya di kurangi, tapi justru ada tambahan kuota sebesar 3 persen dari 770.000 tabung/bulan.
Namun fakta dilapangan sejak pertengahan puasa, gas melon sulit di cari, bila ada harganyapun melonjak drastis.
“Berdasarkan riset Disdag, belum ditemukan adanya indikasi permainan, tetapi bila ada, akan segera kordinasi dengan polres,” ucap Bupati saat sidak di pangkalan jalan soekarno-Hatta Kendal, Senin 8/04/24.
“Kelangkaan ini terjadi akibat terjadi panic buying di tengah masyarakat, mereka menyetok barang,” dugaan Bupati.
(Khozin)