Kelangkaan Gas di Kabupaten Kendal Sudah Mulai Normal, Harga Nya Pun Sudah Turun Tapi Masih Diatas HET

KENDAL | RADARPOSNUSANTARA COM – Kelangkaan gas melon 3 kg saat menjelang lebaran tahun 2024, lambat laun mulai terurai, di beberapa Kecamatan, distribusi gas mulai lancar dan mendekati normal.

Harga nya pun masih bersifat fluktuatif, di Kecamatan yang satu dengan Kecamatan yang lain belum sama, masih ada perbedaan, namun secara umum harganya masih terjangkau dan dianggap wajar.

Akibat terjadi kelangkaan gas menjelang hari raya, membuat masyarakat berani bersuara, baik melalui Medsos maupun lewat status pribadi masing-masing, menurut postingan meraka, Pemda di anggap gagal mengawasi pendistribusian gas ke tingkat pengecer.

Melihat protes masyarakat tersebut, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Dico bersama Sekda H. Sugiono dan Dinas terkait meresponnya dengan cepat dan serius, diantaranya dengan langsung Sidak ke Pertamina, SPBE, agen, pangkalan dan pengecer.

Hal itu dilakukan Bupati untuk memastikan bahwa dalam menghadapi hari raya Idul Fitri, ketersediaan gas 3 kg dalam posisi aman.

Bahkan tidak tanggung-tanggung Bupati mengajukan permohonan tambahan kuota ke Pertamina, dan di setujui sebesar 3 persen dari kuota yang ada yaitu 770 ribu tabung/bulan untuk wilayah Kabupaten Kendal.

“Pasokan gas untuk Kendal masih dalam keadaan normal, masyarakat di himbau untuk tenang dan jangan melakukan panic buying,” pesan Bupati, Senin 08/04/24.

Kesigapan juga dilakukan oleh Sekda Kendal, H. Sugiono dengan memerintahkan kepada Disdag untuk segera menyiapkan surat edaran yang berisi perintah kepada seluruh Camat se Kabupaten Kendal untuk memonitoring ketersediaan gas di wilayah nya masing-masing.

Senada dengan Bupati Kendal Dico Ganinduto, salah seorang ibu rumah tangga, Siti Nur Walidah warga Trompo Kecamatan Kendal berpendapat bahwa kelangkaan gas ditengah masyarakat tersebut disebabkan karena masyarakat termakan issu Hoax yang berkembang, sehingga terjadi panic buying.

“Bila kemaren terjadi kelangkaan, itu memang karna terjadinya panic buying seperti yang disampaikan Bupati,” kata Nur Walidah.

“Buktinya setelah H+4 ini harga sudah mulai turun, dan barangnya pun sudah mulai tersedia,” tambahnya.

Usai Lebaran H+4, berdasarkan survey yang di lakukan oleh awak media ini dengan mengambil sempel satu Desa di tiap Kecamatan, maka bisa di simpulkan bahwa ketersediaan dan harga gas melon 3 kg mulai mendekati normal,

– di Desa Bandengan Kecamatan Kendal harga kisaran 22 s/d 25 ribu.
– di Desa Cepoko Mulyo Kecamatan Gemuh harga, 22 ribu.Desa Sedayu, krompakan 25 s/d 30-

di Desa Sedang kulon Kecamatan Kangkung harga 20 ribu.

– di Desa Sumbersari Kecamatan Pegandon 23 ribu.
– di Desa sabetan Kecamatan Kaliwungu harga 22 s/d 23 ribu.
– di Desa Wonosari Kecamatan Patebon harga 23 s/d 30 ribu.
– di Desa Kumpulrejo Kecamatan Brangsong harga 20 s/d 23 ribu.
– di Desa Kebumen Kecamatan Sukorejo 24 ribu diantar sampai rumah.
– di Desa Ngampelwetan Kecamatan Ngampel harga 23 ribu.
– di Desa Ngrejo Kecamatan Ringinarum harga 23 s/d 25 ribu.
– di Desa Kebonsari Kecamatan Rowosari harga 25 ribu.
– di Desa Botomulyo Kecamatan Cepiring harga 25 ribu.

( Khozin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *