JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM |Bazar UMKM yang digelar dalam rangka rangkaian Festival Hari Jadi Kabupaten Jepara yang ke-475 tahun, Di buka secara resmi oleh PJ. Bupati Jepara, Edy Supriyatna, Di Alun-alun 1 Jepara. Jum’at, (26/04/2024)
Festival yang akan berakhir pada 30 April 2024 mendatang, Menjadi salah satu daya tarik destinasi hiburan dan belanja bagi masyarakat Jepara. Dengan tujuan memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Agar dapat menjadi ajang pengenalan produk dagang dan perputaran ekonomi pedagang-pedagang kecil di jepara.
Tapi nyatanya banyak pedagang-pedagang kecil yang tidak bisa mengikuti buka lapak di Bazar tersebut karena factor biaya. Pasalnya pedagang yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan bazar tersebut, Akan di kenakan biaya sewa lapak yang cukup fantastis.
Hingga pedagang-pedagang kecil yang sehari-hari menjajakan dagangnya di alun-alun 1, Tak mampu ikut andil dalam acara Bazar Festival Hari Jadi kabupaten Jepara ini. Alhasil yang mendominasi lapak Bazar tersebut pedagang-pedagang dari luar kabupaten Jepara.
Khoirul penjual mainan anak-anak tradisional, warga desa kauman, kecamatan Jepara, samping Alun-alun 1 Jepara salah satunya. Dia menuturkan bahwa selama ini dia menjajakan dagangan berupa mainan anak-anak tradisional di area alun-alun 1 jepara, Tapi kali ini dia terpaksa berhenti mencari nafkah, sebab tidak bisa ikut berjualan dikarenakan besarnya biaya sewa lapak kepada panitia EO. Yakni dengan harga sewa jutaan rupiah, selama festival berlangsung, yaitu dalam kurun waktu kurang lebih 4hari. Sabtu, (27/04/2024).
“Saya biasanya jualan mainan tradisional anak-anak di sini pak (alun-alun 1 Jepara), tapi kali ini saya terpaksa tidak bisa berjualan karena terbentur biaya sewa yang di tetapkan oleh panitia” ujar Khoirul, waktu di temui oleh awak media.
Bukan hanya saya masih banyak temen-temen pedagang kecil dan Asongan lainnya yang biasa mangkal di alun-alun, Tidak bisa ikut berjualan di saat-saat seperti ini, karena faktor biaya sewa lapak yang tidak terjangkau. Jika mereka nekat berdagang keliling, maka akan ada petugas yang mengusirnya. Imbuh Khoirul (pedagang mainan tradisional)
Hal ini tidak selaras dengan tujuan pemerintah jepara yang ingin memunculkan embrio-embrio UMKM di masyarakat Bumi Kartini. Harusnya pemerintah dapat memfasilitasi pedagang-pedagang kecil tanpa harus di pungut biaya, meskipun harus berbayar itupun dengan harga yang terjangkau. Karena targetnya untuk menumbuhkan minat pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM), pastinya modal para pelaku usahapun kecil.
Saat di mintai keterangan oleh awak media, Dinas pemangku Bidang UMKM kabupaten Jepara, Samiaji, Membeberkan bahwa dia tidak tau persisnya, Terkait skema penyelenggaraan bazar UMKM tersebut. Setau dia Nama Paguyuban Pedagang MAPAN (Mayong, Pecangaan & Welahan) adalah panitia acara tersebut, Rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
“Saya tidak tau persisnya penyelenggara Bazar UMKM itu mas, Panitia penyelenggara acara tersebut atas Nama Paguyuban Pedagang MAPAN (Mayong, Pecangaan & Welahan). Yang memberikan rekomendasi Dinas Pariwisata, mungkin dalam rangka hari Kartini, Monggo jenengan mencari tau ke Disparbud” Ungkap Samiaji.
Lebih lanjut saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Moh Eko U, Kepala Disparbud kabupaten Jepara, mengatakan, Bahwa rekomendasi Acara tersbut dari Pj Bupati Jepara. Setelah melakukan pertemuan dengan seluruh steak holder terkait.
“Rekomendasinya dari pak pj Bupati mas, Setelah pertemuan dengan seluruh steak holder maka untuk memeriahkan HUT Jepara dan pemberdayaan UMKM di berikan ijin untuk pameran UMKM di alun-alun 1” Kata Kepala Disparpud.
Saat di tanya lebih jauh terkait rekomendasi atau penunjukan panitia pelaksana Bazar UMKM di Festival Hari Jadi kabupaten Jepara 2024, Regulasi dan ketentuannya seperti apa, Beliau (Kepala Disparbud Jepara) belum menjawab, Sampai berita ini di tayangkan.
(Donie)