KENDAL | RADARPOSNUSANTARA.COM – Usai gagal mendemo Bupati Kendal, karena Bupati mampu menyelesaikan Raperbup tepat waktu, kini PPDI gantian ancam demo “Lor dalan” (DPRD) apabila permintaan kenaikan ADD tidak di kabulkan.
Kebiasaan main ancam ini di sampaikan oleh Ketua PPDI Kabupaten Kendal Gus Muhlisin di hadapan wartawan usai ia mengikuti rapat bersama antara, pihak Dispermades, Kesbangpol, PKD Bahurekso, PPDI, Forsekdes dan Paguyuban BPD dalam rangka pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2024 di ruang rapat gotong royong Dispermades Kendal, Senin 6/5/24.
Namun sebelum sampai kepada pelaksanaan demo, pihaknya akan melakukan audiensi terhadap DPRD Kendal dahulu.
“Namun bila sudah dilakukan audiensi beberapa kali tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, maka aksi turun ke jalan tetep kita laksanakan,” ucap Gus Muh biasa dia dipanggil.
Menurut Gus Muh, kenapa sasaran demo nya jadi bergeser ke DPRD, karena kenaikan ADD itu terkait dengan penganggaran, dan itu domain nya wakil rakyat.
“Karena bagian yang menganggarkan adalah DPRD mas,” tegas Gus Muh.
Ketika awak media ini menanyakan, apa saja yang akan menjadi tuntutan PPDI kepada DPRD pada audiensi yang akan dilakukan selain kenaikan ADD. Gus Muh menjawab, mungin itu dulu, karena pihaknya masih melakukan proses pengawalan.
“Nanti mungkin bisa berkembang sesuai apa yang temen-temen usulkan,” tutupnya.
(Khozin)