JEPARA – RADARPOSNUSANTARA.COM | Buntut dari perilaku salah satu oknum Petinggi di Jepara, Yang lagi santer di beritakan bahkan menjadi Top News dalam minggu – minggu ini. Akhirnya Pemerintah beserta Forkopimda ambil tindakan untuk menjaga Kondusifitas di Kabupaten Jepara.
Hari ini Pemkab Jepara serta Forkopimda, Mengadakan rapat koordinasi kondusifitas wilayah, Bersama beberapa Organisasi lintas Media Jepara, Di Aula Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara. Rabu, (12/06/2024)
Rapat koordinasi Kondusifitas wilayah dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Jepara H. Edy Supriyanta, Turut pula hadir Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kepala Dinsospermades Edy Marwoto, Camat Sekabupaten Jepara di dampingi satu Petinggi Desa diwilayahnya Serta Pejabat Daerah Kabupaten Jepara lainnya.
Dalam kesempatan ini kedua bela pihak yang berseteru, Yaitu petinggi Desa Lebak, (M Shodiq) alias Bayu Krisna dan Wartawan (Badi) di mediasi dan dipertemukan di tengah – tengah rapat, Untuk dimintai keterangannya terkait insiden yang telah viral tersebut.
Lalu kedua belah pihak ditanyai terkait kesiapannya untuk menjaga kondusifitas di wilayah kabupaten Jepara dan berdamai satu sama lain, Oleh pimpinan sidang H. Edy Supriyanta.
“Apakah saudara Bayu dan saudara Badi siap menjaga kondusifitas di Kaupaten Jepara dan Saling berdamai,” tanya Edy.
Kesempatan pertama di berikan kepada Petinggi Desa Lebak, M Shodiq alias Bayu Krisna, Untuk menjawab pertanyaan dari Pj. Bupati Jepara, H. Edy Supriyanta.
“Saya siap menjaga kondusifitas Kabupaten Jepara dan berdamai, Karena saya suka Damai” jawab Bayu Krisna.
Kemudian giliran saudara Badi memberi jawaban atas pertanyaan yang sama, Yang di lontarkan oleh pimpinan sidang. Bahwa ia senantiasa menjaga kondusifitas. Tapi permintaan untuk berdamai, Ia mengatakan dengan tegas Biar proses hukum yang menentukan. Karena selama ini dia merasa terancam keselamatannya, Bahkan mempengaruhi psikologis keluarganya, karena acap kali mendapatkan teror.
“Saya senantiasa menjaga kondusifitas wilayah Jepara, Tetapi kalo di tanya soal berdamai, Biar kita hormati proses Hukum yang sudah berjalan,” tegas Badi.
Menanggapi keresahan para petinggi saat didatangi awak media, yang disampaikan dalam forum kondusifitas Jepara, Ketua ALMIJ Edi Prasadja menekankan pentingnya sinergitas antara awak media dengan pemangku kebijakan. Edi mengatakan ada dua hal yang perlu menjadi prinsip dalam melaksanakan kontrol sosial yakni kritisi dan apresiasi. Menurut Edi Prasadja atau Edi John didalam membangun sinergi perlu mengedepankan konfirmasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi valid. Untuk itu diperlukan kooperatif dan keterbukaan sehingga karya jurnalistik akurat serta berimbang.
“Tidak perlu dijadikan keresahan apabila kedatangan teman teman jurnalis sebab sudah menjadi tugas seorang jurnalis untuk meminta informasi, dalam rangka pengumpulan data data yang benar sehingga karya jurnalistik dapat dipertanggungjawabkan dan layak menjadi konsumsi publik,” kata John.
Edi John mengajak semua pemangku kebijakan untuk bersama sama membangun Jepara maju dan sejahtera. Sebagai pilar ke empat demokrasi, media perlu menyampaikan kritisi dan koreksi agar kinerja eksekutif, legeslatif maupun yudikatif terkontrol dan semakin baik. Seorang jurnalis perlu kejujuran dalam menyampaikan informasi baik kritisi maupun apresiasi, sehingga berimbang dalam membangun Indonesia khususnya Jepara.
“Sudah merupakan bagian dari tupoksi wartawan atau awak media atau jurnalis, diantaranya mengkritisi kearah yang membangun, namun juga siap memberikan apresiasi atas kinerja berprestasi, sehingga karya jurnalistik mampu memberikan edukasi dan mencerdaskan masyarakat,” pungkas Edi John
(Donie)