DEMAK – RADARPOSNUSANTARA.COM–Pemerintah Kabupaten Demak terus mendorong pengembangan desa wisata agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Demak melalui kegiatan Study Tiru Desa Wisata ke Desa Wisata Sendang Asri, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pengelola desa wisata, khususnya dalam menggali serta mengembangkan potensi sejarah dan budaya sebagai daya tarik wisata berbasis masyarakat.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pendamping, kepala desa, serta pengelola desa wisata dari sejumlah wilayah di Kabupaten Demak.
Rombongan didampingi oleh tim Dinas Pariwisata Kabupaten Demak dan disambut oleh jajaran pengelola Desa Wisata Sendang Asri bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan kegiatan study tiru menjadi ruang bagi para pengelola desa wisata untuk belajar secara langsung sekaligus bertukar pengalaman mengenai strategi pengembangan destinasi berbasis potensi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelola desa wisata dapat memperoleh inspirasi untuk mengoptimalkan potensi sejarah dan budaya di masing-masing desa, sehingga semakin menarik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Endah.
Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan destinasi, tetapi juga bagaimana potensi yang dimiliki setiap desa dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai edukasi, budaya, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Karena itu, pengalaman dan praktik yang diperoleh dari Desa Wisata Sendang Asri diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pengelola desa wisata di Demak untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Endah juga berharap desa wisata di Kabupaten Demak ke depan tidak hanya mampu berkembang sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dan rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal.
“Harapannya, desa wisata di Demak semakin kreatif, semakin mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan study tiru tersebut, Pemkab Demak menegaskan pentingnya kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan sejarah, budaya, serta kearifan lokal.
( Red )